WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BKPRMI Kabupaten Cianjur Salurkan Donasi Peduli Sumatera Melalui BAZNAS
BKPRMI Kabupaten Cianjur Salurkan Donasi Peduli Sumatera Melalui BAZNAS
Cianjur, 13 Desember 2025 — Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Cianjur menyalurkan donasi kemanusiaan Peduli Sumatera melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur. Penyerahan donasi berlangsung di Cipanas, Sabtu (13/12). Donasi diserahkan langsung oleh Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur, Dadang Sugianto, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa donasi ini merupakan tahap awal hasil penghimpunan yang dilakukan oleh UPZ BKPRMI Kabupaten Cianjur. “Alhamdulillah, donasi sebesar Rp4.500.000 ini berasal dari partisipasi seluruh anggota BKPRMI serta TPQ yang terdaftar di bawah BKPRMI Kabupaten Cianjur. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara di Sumatera yang sedang diuji bencana,” ujarnya. Donasi tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Cianjur, Dr. (HC) KH. Aden Ali Abdulloh, M.Pd.I. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan BKPRMI Kabupaten Cianjur kepada BAZNAS sebagai lembaga penyalur bantuan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BKPRMI Kabupaten Cianjur atas kepedulian dan sinerginya. InsyaAllah, donasi ini akan kami bawa dan salurkan langsung ke wilayah terdampak di Sumatera pada minggu ketiga Desember 2025,” kata Aden Ali. BAZNAS Kabupaten Cianjur terus mendorong kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi dalam memperkuat aksi kemanusiaan dan solidaritas nasional, khususnya dalam merespons bencana di berbagai daerah di Indonesia.
15/12/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Solidaritas Cianjur untuk Sumatera: Bantuan Tahap Awal Siap Disalurkan Pekan Ketiga Desember
Solidaritas Cianjur untuk Sumatera: Bantuan Tahap Awal Siap Disalurkan Pekan Ketiga Desember
Cianjur — BAZNAS RI terus memperkuat komitmen kemanusiaannya dengan merespons cepat bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 8 Desember 2025, BAZNAS RI telah menjangkau 69.823 penerima manfaat melalui penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dapur air, distribusi makanan siap santap, hygiene kit, hingga aksi bersih kampung. Sebaran Respon BAZNAS RI di Wilayah Terdampak 1. Aceh – 27.450 Penerima Manfaat Bantuan menjangkau 9 kabupaten/kota dan 24 kecamatan berupa 21 dapur umum, 21.140 porsi/hari makanan siap santap, 410 layanan kesehatan, 3.000 paket logistik keluarga, serta distribusi masker. 2. Sumatera Utara – 11.847 Penerima Manfaat Di 8 kabupaten/kota, BAZNAS menyediakan 8 dapur umum, 5.850 porsi makanan per hari, layanan kesehatan bagi 1.347 pasien, 3.000 paket logistik keluarga, 2 dapur air, serta distribusi obat-obatan. 3. Sumatera Barat – 30.526 Penerima Manfaat Bantuan diberikan di 11 kabupaten/kota melalui 19 dapur umum, 3 dapur air, 6.000 liter air bersih, 16.695 porsi makanan per hari, 1.511 layanan kesehatan, 4.000 paket logistik keluarga, hingga paket hygiene kit dan aksi resik kampung. Imbauan Berinfak untuk Bencana Sumatera Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. M. Ichsan, SE, mengajak masyarakat Cianjur untuk meningkatkan kepedulian kepada para penyintas bencana di Sumatera. “BAZNAS Cianjur mengajak seluruh masyarakat untuk berinfak membantu saudara-saudara kita di Sumatera. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi mereka. Tahap awal pengumpulan infak kami buka hingga 15 Desember 2025 dan akan langsung disalurkan ke lokasi terdampak pada pekan ketiga Desember,” ujarnya. H. M. Ichsan, SE menegaskan bahwa kebutuhan di lapangan masih sangat banyak, terutama logistik keluarga, makanan siap saji, layanan kesehatan, serta kebutuhan air bersih. Ajak Warga Cianjur untuk Berpartisipasi BAZNAS Cianjur membuka kanal donasi bagi masyarakat, lembaga, komunitas, dan dunia usaha melalui: BSI 1000296585 a.n. BAZNAS Kabupaten Cianjur atau melalui link: baznaskabcianjur.com/campaign/cianjurpedulisumatera BAZNAS Cianjur berharap semakin banyak pihak yang berpartisipasi sehingga penyaluran tahap berikutnya dapat memberi manfaat lebih luas bagi saudara-saudara di Sumatera.
11/12/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS CIANJUR SUSUN RKAT 2026: FOKUS ARAH PENGUATAN ZAKAT PRODUKTIF
BAZNAS CIANJUR SUSUN RKAT 2026: FOKUS ARAH PENGUATAN ZAKAT PRODUKTIF
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur melaksanakan Rapat Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026 pada Selasa (11/11/2025), bertempat di kawasan Cipanas. Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan BAZNAS Cianjur, Dewan Syariah, para Kepala Bagian, serta Satuan Audit Internal (SAI). Rapat strategis tahunan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan dan program BAZNAS Cianjur untuk tahun 2026, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam pembahasan RKAT tersebut, disepakati beberapa poin penting, di antaranya target penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tahun 2026 sebesar Rp22.015.000.000, dengan fokus utama pada optimalisasi potensi zakat pertanian (jiro’ah). Potensi zakat jenis ini dinilai memiliki kontribusi besar di Kabupaten Cianjur, yang dikenal sebagai salah satu daerah agraris dengan lahan pertanian yang luas dan produktif. Selain itu, BAZNAS Cianjur juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan proporsi pendayagunaan zakat agar manfaatnya semakin luas bagi mustahik. Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, A.Pi., MM, dalam arahannya menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan keberlanjutan program menjelang masa transisi kepemimpinan di tahun mendatang. “Saya berharap semua program yang telah kita sepakati dapat dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Memasuki masa transisi pimpinan tahun depan, seluruh pekerjaan yang telah dan belum selesai harus dapat dilanjutkan dengan baik oleh pimpinan berikutnya,” ujar H. Tata. Sementara itu, Ketua Dewan Syariah BAZNAS Cianjur, KH. Deni M. Ramdhani, menyoroti pentingnya peran lembaga keagamaan dalam mendukung gerakan zakat pertanian. Beliau menegaskan, penguatan zakat jiro’ah tidak hanya menjadi program ekonomi keumatan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran religius masyarakat petani di Cianjur. “Saya akan mendukung penuh program zakat pertanian dan akan mendorong MUI Kabupaten Cianjur untuk membuat edaran kepada MUI Kecamatan dan Desa, agar menyampaikan ajakan berzakat jiro’ah melalui UPZ DKM atau Desa,” tuturnya. Di sisi lain, Kepala Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Cianjur, Dr. Herlan Firmansyah, memberikan refleksi atas capaian lembaga dalam setahun terakhir. Ia menegaskan bahwa keberhasilan BAZNAS Cianjur meraih “Branding Nasional Terbaik” menjadi bukti nyata profesionalitas lembaga dalam mengelola dana ZIS. “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Harapan kami, pencapaian tersebut terus dikembangkan melalui komunikasi publik yang masif, agar semakin banyak masyarakat mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS,” ungkap Dr. Herlan. Melalui rapat RKAT ini, BAZNAS Kabupaten Cianjur menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat strategi penghimpunan dan penyaluran dana zakat yang berkeadilan, produktif, dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara unsur pimpinan, dewan syariah, serta seluruh unit kerja, BAZNAS Cianjur optimistis dapat mencapai target tahun 2026 serta meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang semakin efektif dan terpercaya.
12/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Agenda Pimpinan

RAKORDA JABAR 2025: BAZNAS CIANJUR SIAP TINGKATKAN PROFESIONALISME PENGELOLAAN ZIS
RAKORDA JABAR 2025: BAZNAS CIANJUR SIAP TINGKATKAN PROFESIONALISME PENGELOLAAN ZIS
Bandung, 12 November 2025 – Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Jawa Barat yang dilaksanakan di Hotel Shakti, Bandung. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi pengelolaan zakat di tingkat daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat KH. M Anang Jauharuddin, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI H. Rizaludin Kurniawan, Kabid Penamas Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jabar H. Jajang Apipudin, serta Asisten Kesra Pemprov Jabar H. Asep Sukmana. Hadir juga para pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Barat beserta Ketua Forsilpim BAZNAS Kabupaten/Kota, KH. Lesmana. Pada tahun ini, RAKORDA mengusung tema “Meneguhkan Amanah Mengokohkan Strategi: Refleksi dan Akselerasi Zakat Jabar 2020–2025”, yang menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS kabupaten/kota dalam memperkuat tata kelola dan akselerasi program zakat. Selain membahas evaluasi program tahun berjalan, forum ini juga menyosialisasikan hasil Rakornas BAZNAS se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Jawa Barat sebagai salah satu BAZNAS terbaik dan terdepan di Indonesia. Ia menekankan bahwa BAZNAS adalah lembaga fasilitator zakat, sehingga para pimpinan tidak diperkenankan meminta-minta, apalagi memaksa seseorang untuk berzakat. Beliau juga mengingatkan bahwa ketiadaan dukungan APBD bukan alasan untuk mengeluh, karena amanah pelayanan umat harus tetap dijalankan dengan penuh dedikasi. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jabar KH. M Anang Jauharuddin mengungkapkan bahwa RAKORDA tahun ini digelar dalam suasana keprihatinan sehingga awalnya direncanakan untuk dilakukan secara daring. Meski demikian, komitmen para peserta menjadi dorongan kuat untuk menyelenggarakan kegiatan secara langsung demi efektivitas koordinasi. Anang juga menyampaikan bahwa RAKORDA menjadi ajang penghormatan bagi para pimpinan BAZNAS kabupaten/kota yang telah memasuki akhir masa baktinya, serta penguatan kembali komitmen para amil dalam menjalankan amanah lembaga. Partisipasi BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam RAKORDA ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi lembaga dalam pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan. BAZNAS Cianjur berkomitmen untuk terus menghadirkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan amanah, demi kesejahteraan masyarakat Cianjur.

17-11-2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur Hadiri Rakornas BAZNAS 2025, Siap Sukseskan Asta Cita
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur Hadiri Rakornas BAZNAS 2025, Siap Sukseskan Asta Cita
Jakarta — Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang digelar di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, pada 26–29 Agustus 2025. Forum tahunan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Dirjen Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, termasuk pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita agar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat. “Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menjelaskan bahwa dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita diwujudkan melalui program-program nyata, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif. Capaian positif BAZNAS juga tercermin dari peningkatan penghimpunan zakat nasional yang naik signifikan, dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun di tingkat pusat pada 2025. Jumlah muzaki pun terus meningkat hingga 28,46 juta jiwa pada 2024. Selain di tingkat nasional, BAZNAS juga aktif berkontribusi di kancah internasional, khususnya dalam isu kemanusiaan Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. Menurut Kiai Noor, hal ini menjadi kebanggaan bangsa karena logo BAZNAS kini dikenal di dunia internasional sebagai simbol kepedulian umat Islam Indonesia. Rakornas BAZNAS 2025 turut menghadirkan BAZNAS Awards dengan hampir 1.000 penghargaan untuk BAZNAS daerah, LAZ, tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Ajang ini diharapkan menjadi pemacu semangat seluruh elemen penggerak zakat dalam menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan. Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, A.Pi., MM, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS Cianjur dalam Rakornas adalah bentuk komitmen agar program zakat di daerah selaras dengan visi nasional. “Rakornas menjadi ruang strategis bagi kami untuk menyusun langkah konkret demi kesejahteraan umat di Kabupaten Cianjur. Dengan sinergi bersama BAZNAS RI dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimis zakat akan semakin berdampak luas,” tegasnya.

28-08-2025 | HUMAS BAZNAS Cianjur

BAZNAS Cianjur Audiensi Dengan Bupati, Perkuat Sinergi Untuk Kesejahteraan Masyarakat
BAZNAS Cianjur Audiensi Dengan Bupati, Perkuat Sinergi Untuk Kesejahteraan Masyarakat
Cianjur - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur melaksanakan audiensi dengan Bupati Cianjur, dr. Wahyu, bertempat di ruang rapat Bupati, Selasa (29/7/2025). Audiensi ini turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Cianjur, Selamet Riyadi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur memaparkan sejumlah program strategis yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, dan optimalisasi potensi zakat. Bupati Cianjur menyambut baik berbagai program yang dijalankan BAZNAS dan menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah dan BAZNAS dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. “Harapan kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dapat terus bersama-sama dengan BAZNAS dalam membantu masyarakat kita yang keluhannya beragam. Kolaborasi ini penting untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara tepat sasaran,” ujar Bupati. BAZNAS Kabupaten Cianjur berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan layanan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat Cianjur.

30-07-2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Berita Pendistribusian

BAZNAS Cianjur Dukung Santripreneur Melalui Bantuan Mesin Jahit
BAZNAS Cianjur Dukung Santripreneur Melalui Bantuan Mesin Jahit
Cianjur, (12 November 2025). BAZNAS Kabupaten Cianjur terus berkomitmen dalam mendukung kemandirian ekonomi umat melalui program Santripreneur. Salah satu wujud nyata program tersebut diwujudkan dengan penyaluran dua unit mesin jahit kepada Pondok Pesantren Takhossus Al-Qur’an Al-Mahmudiyah Bani Suparman Assatinem, yang berlokasi di Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para santri agar memiliki bekal keahlian praktis di samping pembelajaran ilmu agama. Dengan demikian, para santri diharapkan dapat menjadi generasi Qurani yang mandiri, berdaya, dan siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Pimpinan Pondok Pesantren, KH. Zainal Mahmudin, SQ, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Cianjur. “Syukur alhamdulillah, atas bantuan dua unit mesin jahit dari BAZNAS Cianjur. Karena di Pondok kami, di samping pelajaran agama, para santri juga dibekali keterampilan-keterampilan, di antaranya keterampilan jahit-menjahit pakaian putra dan putri,” ujar KH. Zainal Mahmudin. Melalui program Santripreneur ini, BAZNAS Cianjur berharap dapat mendorong terciptanya santri-santri yang memiliki semangat wirausaha dan mampu mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan pesantren. “Bantuan ini merupakan bentuk dukungan BAZNAS terhadap pesantren yang tidak hanya mendidik para santri secara spiritual, tetapi juga melatih mereka menjadi insan produktif dan mandiri,” ujar perwakilan BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam keterangannya. Dengan adanya kolaborasi antara lembaga keagamaan dan BAZNAS, diharapkan tumbuh lebih banyak pesantren yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Cianjur.
13/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS Cianjur Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Cibeber
BAZNAS Cianjur Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Cibeber
Cianjur - BAZNAS Kabupaten Cianjur menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak angin puting beliung di Desa Sukamaju (95 orang) dan Desa Cibaregbeg (128 orang), Kecamatan Cibeber, pada Kamis (6/11/2025). Penyaluran ini merupakan bagian dari program Cianjur Peduli, yang fokus pada respon cepat terhadap bencana dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Cibeber, perwakilan BAZNAS Cianjur, Kepala KUA Cibeber, Kepala Desa Sukamaju, Sekdes Cibaregbeg, serta Kasi Kesra dan Kasi Trantib Kecamatan Cibeber, bersama masyarakat setempat. Camat Cibeber, Ardian Athoillah, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian BAZNAS Cianjur. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Cianjur yang telah memberikan bantuan kepada korban yang terkena musibah bencana angin puting beliung di Desa Cibaregbeg dan Desa Sukamaju.” BAZNAS Cianjur berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak dan menjadi bentuk nyata kepedulian umat melalui zakat, infak, dan sedekah. Mari terus salurkan zakat terbaikmu untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui: kabcianjur.baznas.go.id
07/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
230 Penerima Manfaat di Kabupaten Cianjur Bahagia Terima Daging Dam Haji 2025
230 Penerima Manfaat di Kabupaten Cianjur Bahagia Terima Daging Dam Haji 2025
Cianjur (5/10/2025) – Sebanyak 230 penerima manfaat di Kabupaten Cianjur merasakan kebahagiaan setelah menerima daging Dam Haji hasil kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Distribusi daging yang berasal dari pelaksanaan ibadah dam jemaah haji Indonesia ini telah dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Cianjur pada 3–5 Oktober 2025, dan disambut dengan rasa syukur serta kebahagiaan oleh para mustahik di berbagai wilayah Cianjur. Bagi mereka, bantuan ini menjadi berkah yang sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan dalam penyaluran daging Dam Haji kepada masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah, program ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama agar keberkahan ibadah haji dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah,” ujarnya. Kerja sama antara Kemenag RI dan BAZNAS ini menunjukkan komitmen dalam pengelolaan dan penyaluran daging dam secara profesional, amanah, dan merata, sehingga manfaatnya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Cianjur terus berupaya menghadirkan zakat, infak, dan sedekah yang memberi dampak nyata, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
09/10/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Artikel Terbaru

Cara Melatih Ikhlas dan Sabar Menurut Islam: 4 Amalan Harian
Cara Melatih Ikhlas dan Sabar Menurut Islam: 4 Amalan Harian
Cara melatih ikhlas dan sabar menurut Islam bukan sekadar teori, tapi butuh latihan kecil yang diulang setiap hari. Hidup selalu penuh ujian: kadang rezeki seret, pekerjaan menumpuk, atau hati tersinggung oleh sikap orang lain. Di sinilah ikhlas dan sabar menjadi “perisai” bagi hati. Allah sendiri menegaskan keutamaan sabar dalam Al-Qur’an: "Innallaha ma'ashobirin" (Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS al-Baqarah [2]: 153). Dengan menyadari janji ini, kita terdorong untuk menjadikan ikhlas dan sabar sebagai karakter, bukan hanya slogan. Amalan harian pertama untuk melatih ikhlas adalah memperbaiki niat di awal hari. Sebelum beraktivitas, luangkan satu-dua menit untuk berkata dalam hati: “Ya Allah, aku bekerja, belajar, dan beraktivitas hari ini karena-Mu.” Niat yang lurus membuat aktivitas biasa bernilai ibadah: mencari nafkah, mengurus keluarga, bahkan membersihkan rumah. Saat hasilnya tidak sesuai harapan gaji belum naik, usaha belum berkembang hati tetap tenang karena fokusnya bukan lagi pujian manusia, tapi ridha Allah. Mengulang-ulang niat ini setiap pagi akan melatih hati untuk tidak terlalu kecewa ketika kenyataan berbeda dari ekspektasi. Amalan kedua adalah membiasakan dzikir dan doa ketika hati mulai gelisah. Saat ada hal yang memancing emosi komentar pedas, rencana yang gagal, atau kabar buruk cobalah berhenti sejenak lalu baca “astaghfirullah”, “Hasbunallah wa ni‘mal wakil”, atau doa: “Ya Allah, lapangkanlah hatiku dan jauhkan aku dari marah yang tidak Engkau ridai.” Dzikir seperti ini bukan hanya ibadah lisan, tapi juga “rem” agar emosi tidak meledak. Semakin sering dilakukan, semakin cepat hati kembali tenang. Di sinilah sabar dan ikhlas tumbuh: dari kebiasaan kecil menahan diri, bukan dari teori panjang. Amalan harian ketiga adalah menjaga shalat tepat waktu dan menjadikannya momen curhat paling jujur kepada Allah. Di dalam sujud, sampaikan semua rasa lelah, kecewa, dan takut, lalu akhiri dengan kalimat ridha: “Aku serahkan hasilnya kepada-Mu.” Shalat yang dilakukan dengan kesadaran seperti ini akan melatih hati untuk menerima takdir dengan lebih lapang. Allah berfirman: “innama yuwaffash-shabiruna ajrahum bighairi hisab” (Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas) (QS az-Zumar [39]: 10). Mengingat ayat ini ketika sujud membuat kita rela menahan emosi dan memilih sabar, karena tahu ada pahala tanpa batas yang menanti. Amalan keempat adalah muhasabah sebelum tidur: menilai kembali hari yang sudah dilalui. Tanyakan pada diri sendiri, “Tadi aku sudah ikhlas atau masih ingin dipuji?” dan “Di momen mana aku gagal sabar?” Setelah itu, maafkan orang-orang yang menyakiti, lalu minta ampun kepada Allah atas reaksi yang berlebihan. Kebiasaan ini akan membuat hati lebih halus dan tidak menyimpan dendam. Besok pagi, kita bisa memulai lagi latihan ikhlas dan sabar dengan niat yang lebih kuat. Dari empat amalan sederhana ini meluruskan niat, berdzikir saat gelisah, menjaga shalat khusyuk, dan muhasabah sebelum tidur, pelan-pelan ikhlas dan sabar akan tumbuh menjadi karakter yang mengakar dalam diri. Sebagai pelengkap semua amalan di atas, jadikan sedekah harian sebagai latihan ikhlas yang nyata. Tidak harus besar; bisa dimulai dari seribu atau dua ribu rupiah per hari. Niatkan sedekah sebagai bentuk syukur dan sarana membersihkan hati dari cinta berlebihan pada harta. Bagi masyarakat Cianjur, sedekah dapat ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur secara online lewat laman resmi kabcianjur.baznas.go.id/sedekah. Ajak diri sendiri dan keluarga: “Hari ini kita sedekah apa dan untuk siapa?” Dengan begitu, ikhlas dan sabar bukan hanya terasa di dalam hati, tapi juga terwujud dalam tindakan nyata membantu sesama, sekaligus memperkuat program-program kebaikan di Kabupaten Cianjur.
25/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
TIGA CAHAYA BANGSA: RAHMAH EL YUNUSIYYAH, SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN, DAN GUS DUR DITETAPKAN SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL 2025
TIGA CAHAYA BANGSA: RAHMAH EL YUNUSIYYAH, SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN, DAN GUS DUR DITETAPKAN SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL 2025
Negara kembali menorehkan sejarah penting. Melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, tiga tokoh besar bangsa—Hj. Rahmah El Yunusiyyah, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Penyerahan gelar dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas jasa-jasa luar biasa ketiganya dalam memperjuangkan pendidikan, kemerdekaan berpikir, serta nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Hj. Rahmah El Yunusiyyah : Perintis Pendidikan Perempuan Indonesia Lahir di Padang Panjang pada 26 Oktober 1900, Hj. Rahmah El Yunusiyyah dikenal sebagai sosok pelopor pendidikan Islam untuk perempuan. Pada tahun 1923, ia mendirikan Diniyah Putri, sekolah Islam pertama bagi kaum perempuan di Indonesia—bahkan di Asia Tenggara. Di masa perjuangan, Rahmah turut mendirikan dapur umum bagi pejuang dan menggerakkan kaum perempuan untuk berperan dalam perjuangan kemerdekaan. Kini, lebih dari seabad kemudian, dedikasinya diakui negara. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional 2025, mewakili semangat pendidikan, kesetaraan, dan peran aktif perempuan dalam pembangunan bangsa. “Rahmah El Yunusiyyah bukan hanya pendidik, tapi pembebas pikiran perempuan Indonesia,” ujar salah satu tokoh pendidikan Sumatera Barat. Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan : Guru Para Ulama, Penanam Semangat Cinta Tanah Air Nama Syaikhona Muhammad Kholil sudah lama harum di dunia pesantren. Ulama karismatik asal Bangkalan, Madura, ini dikenal sebagai guru dari para kiai besar di Nusantara, termasuk KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Beliau menanamkan nilai penting yang terus dikenang hingga kini: “Hubbul Wathan Minal Iman” – Cinta Tanah Air adalah bagian dari Iman. Prinsip itulah yang menjembatani nilai agama dengan semangat kebangsaan. Melalui Keppres 116/TK/2025, Syaikhona Kholil diakui sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam pendidikan Islam dan pembentukan karakter kebangsaan santri Indonesia. Kini masyarakat Madura bangga, nama besar ulama mereka akhirnya tercatat dalam sejarah nasional. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) : Presiden Rakyat, Pahlawan Kemanusiaan Bagi banyak orang, Gus Dur bukan hanya seorang ulama dan presiden, ia adalah simbol kemanusiaan, toleransi, dan keberanian berpikir. Lahir di Jombang, 7 September 1940, Gus Dur tumbuh dalam tradisi pesantren namun berpikiran terbuka terhadap dunia modern. Sebagai Ketua Umum PBNU (1984–1999) dan Presiden ke-4 Republik Indonesia, ia memperjuangkan pluralisme, demokrasi, dan kesetaraan hak bagi semua warga negara. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional 2025 menjadi pengakuan atas perjuangannya menjaga Indonesia sebagai rumah bersama yang damai dan toleran. “Gus Dur mengajarkan bahwa agama harus menebar rahmat, bukan sekat,” ungkap Presiden Prabowo saat upacara penganugerahan. Tiga Jalan, Satu Tujuan: Membangun Indonesia dengan Ilmu, Iman, dan Kemanusiaan Ketiganya datang dari latar berbeda, Rahmah dari dunia pendidikan perempuan, Kholil dari pesantren klasik, dan Gus Dur dari ranah politik dan kemanusiaan, namun semuanya menyalakan api perjuangan yang sama: mencerdaskan bangsa, menegakkan nilai, dan menumbuhkan cinta tanah air. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025 menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu dalam medan perang, tetapi juga dalam pemikiran, pendidikan, dan keteladanan. Dari Padang Panjang ke Bangkalan hingga Jombang, cahaya perjuangan mereka kini berpadu menjadi “Tiga Cahaya Bangsa”, menerangi langkah Indonesia menuju masa depan yang berilmu, beriman, dan berkeadaban.
12/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Cara Fidyah Agar Ibadah Diterima : Panduan Praktis dan Do'a Menerima Fidyah
Cara Fidyah Agar Ibadah Diterima : Panduan Praktis dan Do'a Menerima Fidyah
Cara fidyah menjadi panduan penting bagi ibu hamil yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena alasan kesehatan, baik untuk dirinya maupun janin. Dalam Islam, Allah SWT memberikan keringanan bagi ibu hamil untuk membayar fidyah sebagai ganti puasa yang ditinggalkan, dengan memberi makan fakir miskin. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap cara fidyah yang sesuai syariat, termasuk tata cara praktis, doa yang dianjurkan, dalil, dan hikmahnya, agar ibu hamil dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan diterima oleh Allah SWT. Pengertian Fidyah dan Ketentuannya bagi Ibu Hamil Fidyah adalah kewajiban memberikan makanan pokok kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa Ramadan yang tidak dapat dilaksanakan karena uzur syar’i, seperti kehamilan. Cara fidyah penting untuk dipahami agar ibu hamil dapat memenuhi kewajiban ini dengan tepat. Berdasarkan Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 184, Allah SWT memberikan keringanan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa untuk membayar fidyah. Dalam konteks cara fidyah, ibu hamil boleh tidak berpuasa jika puasa berisiko bagi kesehatan dirinya atau janin, seperti menyebabkan kekurangan nutrisi atau ancaman keguguran. Menurut mazhab Syafi’i, yang banyak dianut di Indonesia, ibu hamil yang tidak berpuasa karena khawatir pada janin hanya wajib membayar fidyah tanpa qadha, dan cara fidyah harus dilakukan sesuai ketentuan syariat. Cara fidyah untuk ibu hamil bergantung pada jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Misalnya, jika seorang ibu hamil tidak berpuasa selama 15 hari, maka ia harus membayar fidyah untuk 15 porsi makanan pokok. Dengan memahami cara fidyah, ibu hamil dapat memastikan kewajiban ini dilaksanakan dengan benar dan sesuai jumlah yang ditetapkan. Niat yang ikhlas adalah inti dari cara fidyah. Fidyah bukan hanya kewajiban formal, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Oleh karena itu, cara fidyah harus dilakukan dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan niat semata-mata karena Allah SWT agar ibadah diterima. Sebelum melaksanakan cara fidyah, ibu hamil disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa tidak berpuasa adalah keputusan yang tepat. Berkonsultasi dengan ulama juga membantu memahami cara fidyah sesuai kondisi individu, sehingga ibu hamil dapat menjalankan kewajiban ini dengan tenang. Tata Cara Praktis Cara Fidyah Cara fidyah untuk ibu hamil cukup sederhana, tetapi harus mengikuti ketentuan syariat agar sah dan diterima sebagai ibadah. Fidyah diberikan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras, yang disalurkan kepada fakir miskin. Dalam cara fidyah, jumlah fidyah adalah satu mud (sekitar 0,6 kg beras) per hari puasa yang ditinggalkan, sesuai panduan mazhab Syafi’i. Sebagai contoh, jika seorang ibu hamil tidak berpuasa selama 10 hari karena uzur kesehatan, maka cara fidyah mengharuskan ia memberikan 10 mud beras (sekitar 6 kg) kepada fakir miskin. Fidyah dapat disalurkan langsung kepada penerima yang berhak atau melalui lembaga amil zakat terpercaya, dan cara fidyah harus memastikan distribusi yang tepat. Waktu pelaksanaan cara fidyah tidak terbatas pada bulan Ramadan. Fidyah dapat dibayarkan setelah Ramadan atau di luar bulan tersebut, selama niatnya jelas dan ikhlas. Meski demikian, cara fidyah sebaiknya dilakukan secepatnya setelah Ramadan agar kewajiban ini tidak tertunda terlalu lama. Dalam cara fidyah, makanan yang diberikan harus merupakan makanan pokok yang layak konsumsi, seperti beras atau gandum, sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Beberapa ulama memperbolehkan fidyah dalam bentuk uang dengan nilai setara makanan pokok, tetapi cara fidyah dengan makanan langsung lebih diutamakan karena sesuai dengan dalil. Niat yang tulus adalah syarat utama dalam cara fidyah. Sebelum menyerahkan fidyah, ibu hamil harus berniat melaksanakan kewajiban ini karena Allah SWT. Dengan memahami cara fidyah secara praktis, ibu hamil dapat melaksanakan ibadah ini dengan mudah, hati yang tenang, dan keyakinan bahwa ibadahnya diterima. Doa dan Niat dalam Cara Fidyah Niat yang ikhlas adalah elemen penting dalam cara fidyah agar ibadah diterima oleh Allah SWT. Meskipun tidak ada lafal niat khusus yang wajib diucapkan, ibu hamil dapat berniat dalam hati bahwa fidyah yang diberikan adalah untuk mengganti puasa yang ditinggalkan. Cara fidyah yang disertai niat tulus akan meningkatkan nilai spiritual ibadah ini. Selain niat, cara fidyah juga dapat disertai dengan doa agar fidyah diterima oleh Allah SWT. Salah satu doa yang dapat dibaca setelah menyerahkan fidyah adalah: “Allahumma taqabbal minni hadzihil fidyah, waj’alha sababan li maghfirati wa rahmatik” Artinya: Ya Allah, terimalah fidyah ini dariku, dan jadikanlah ia sebagai sebab ampunan dan rahmat-Mu. Doa ini memperkuat cara fidyah sebagai ibadah yang penuh keikhlasan. Dalam cara fidyah, doa juga dapat dipanjatkan untuk memohon kesehatan bagi ibu dan janin, serta kemudahan dalam menjalankan kewajiban agama. Misalnya, ibu hamil dapat berdoa: “Ya Allah, permudahlah kehamilanku dan terimalah fidyahku sebagai pengganti puasa”. Doa-doa ini menambah makna spiritual dalam cara fidyah. Cara fidyah yang disertai doa dan niat juga membantu ibu hamil merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Dengan memanjatkan doa, ibu hamil menunjukkan ketergantungan dan keimanan kepada Allah, sehingga cara fidyah menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual. Terakhir, cara fidyah harus dilakukan dengan hati yang bersih dan penuh syukur atas keringanan yang diberikan Allah SWT. Doa yang dipanjatkan setelah melaksanakan cara fidyah adalah wujud rasa syukur atas nikmat kehamilan dan kesempatan untuk tetap beribadah meski tidak dapat berpuasa. Hikmah Cara Fidyah bagi Ibu Hamil Cara fidyah memiliki banyak hikmah, baik dari segi spiritual, sosial, maupun kesehatan. Salah satu hikmah utama adalah kasih sayang Allah SWT yang memberikan keringanan bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan tanpa mengabaikan kewajiban agama. Dengan memahami cara fidyah, ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan hati yang tenang. Dari segi sosial, cara fidyah memungkinkan ibu hamil untuk berbagi rezeki dengan fakir miskin, sehingga memperkuat solidaritas umat. Dengan melaksanakan cara fidyah, ibu hamil turut membantu masyarakat yang membutuhkan, menciptakan keberkahan bagi dirinya dan orang lain. Secara spiritual, cara fidyah mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam beribadah. Meskipun tidak berpuasa, ibu hamil tetap dapat mendekatkan diri kepada Allah melalui cara fidyah, sehingga ibadahnya tetap bernilai di sisi Allah SWT. Keikhlasan ini adalah inti dari nilai ibadah fidyah. Cara fidyah juga membantu ibu hamil menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan kewajiban agama. Dengan memahami cara fidyah, ibu hamil dapat fokus pada kehamilan yang sehat sambil tetap memenuhi tanggung jawab syariat, sehingga kehamilannya menjadi lebih bermakna. Hikmah lain dari cara fidyah adalah sebagai pengingat untuk selalu bersyukur atas nikmat kehamilan dan kesehatan. Dengan melaksanakan cara fidyah, ibu hamil diajak untuk menghargai anugerah Allah dan berbagi kebaikan dengan sesama, sehingga keberkahan kehamilan semakin terasa. Cara fidyah adalah wujud rahmat Allah SWT bagi ibu hamil yang tidak dapat berpuasa. Dengan memahami tata cara praktis, doa, dan hikmahnya, ibu hamil dapat melaksanakan kewajiban ini dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa ibadahnya diterima. Mari jalankan cara fidyah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap fakir miskin, sambil menjaga kesehatan ibu dan janin. Bupati Cianjur telah menetapkan nilai fidyah sebesar Rp12.000 per jiwa per hari untuk tahun 2025. Anda bisa menyalurkan fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur, caranya cukup mudah dengan mengklik link berikut BAZNAS Kabupaten Cianjur lalu ikuti petunjuknya.
11/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

BAZNAS TV