WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Ketua DPRD Cianjur Salurkan Zakat Maal ke BAZNAS, Dorong Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
Ketua DPRD Cianjur Salurkan Zakat Maal ke BAZNAS, Dorong Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan
CIANJUR – Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Hj. Metty Triantika tunaikan zakat maal melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadhan. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Metty Triantika menyampaikan harapannya agar langkah yang dilakukannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya para pemimpin dan masyarakat yang telah mencapai nisab zakat. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh untuk yang lain agar semakin banyak yang menunaikan zakat melalui BAZNAS,” ujarnya. Menurutnya, zakat bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial kepada sesama. Dari zakat yang ditunaikan, diharapkan lahir keberkahan yang mampu membantu saudara yang membutuhkan, menguatkan perekonomian umat, serta menghadirkan kesejahteraan di tengah masyarakat. Teh Hj. Metty juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur dilakukan secara profesional dan terpercaya dengan prinsip AMAN, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Melalui lembaga tersebut, setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat disalurkan untuk berbagai program kemaslahatan, mulai dari program keagamaan, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Cianjur. Ia pun mengajak masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur. “Karena zakat yang kita keluarkan hari ini adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi kekuatan bagi bangsa,” pungkasnya.
10/03/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS Kabupaten Cianjur Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun 2025
BAZNAS Kabupaten Cianjur Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun 2025
Cianjur - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025. Penyerahan hasil audit tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2025, bertempat di Aula BAZNAS Kabupaten Cianjur. Capaian ini menjadi bukti komitmen BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan oleh masyarakat. Pimpinan Kantor Akuntan Publik Sabar dan Rekan, Dr. Sabar, menyampaikan bahwa proses audit yang telah dilaksanakan sejak Januari 2026 menunjukkan bahwa sistem pencatatan dan pengelolaan keuangan di BAZNAS Kabupaten Cianjur telah berjalan dengan baik serta dikelola secara profesional. Ia juga menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya penyimpangan dalam penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah, termasuk isu terkait penggunaan dana zakat untuk program MBG (Makan Bergizi Gratis). “Berdasarkan hasil audit yang kami lakukan sejak Januari 2026, pengelolaan keuangan di BAZNAS Kabupaten Cianjur telah berjalan dengan baik. Kami juga tidak menemukan adanya penyimpangan penggunaan dana zakat, termasuk untuk program MBG,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, menyampaikan bahwa berbagai masukan dari tim auditor akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga. “Masukan dan rekomendasi dari tim audit akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” ungkapnya. BAZNAS Kabupaten Cianjur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan kebermanfaatan bagi umat.
06/03/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Bupati Cianjur: Zakat Menguatkan Indonesia, dimulai dari Cianjur.
Bupati Cianjur: Zakat Menguatkan Indonesia, dimulai dari Cianjur.
Cianjur - Bupati Cianjur, dr. M. Wahyu Ferdian, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur sebagai lembaga resmi pengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah. Ajakan tersebut disampaikan pada Ramadhan 1447 H, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran zakat dalam pembangunan kesejahteraan umat. Menurut Bupati, zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. “Zakat menguatkan solidaritas sosial dan menggerakkan ekonomi rakyat. Ini adalah salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia yang kuat dan berkeadilan,” ujarnya. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, jajaran TNI dan Polri, para aghniya, hingga para pelaku usaha yang telah memenuhi nisab, untuk menunaikan zakat secara amanah dan terstruktur melalui BAZNAS Cianjur. Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pengelolaan zakat melalui BAZNAS Cianjur dilakukan secara profesional dan transparan, sehingga dana yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik. Penyaluran tersebut mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, hingga bantuan sosial. “Mari kita jadikan zakat sebagai gerakan bersama. Ketika zakat tumbuh di Cianjur, ekonomi umat akan bangkit. Ketika zakat kuat, Indonesia pun semakin kuat,” tambahnya. Dengan semangat Zakat Menguatkan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama BAZNAS Cianjurt berharap partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat terus meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
04/03/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Agenda Pimpinan

RAKORDA JABAR 2025: BAZNAS CIANJUR SIAP TINGKATKAN PROFESIONALISME PENGELOLAAN ZIS
RAKORDA JABAR 2025: BAZNAS CIANJUR SIAP TINGKATKAN PROFESIONALISME PENGELOLAAN ZIS
Bandung, 12 November 2025 – Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Jawa Barat yang dilaksanakan di Hotel Shakti, Bandung. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi pengelolaan zakat di tingkat daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat KH. M Anang Jauharuddin, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI H. Rizaludin Kurniawan, Kabid Penamas Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jabar H. Jajang Apipudin, serta Asisten Kesra Pemprov Jabar H. Asep Sukmana. Hadir juga para pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Barat beserta Ketua Forsilpim BAZNAS Kabupaten/Kota, KH. Lesmana. Pada tahun ini, RAKORDA mengusung tema “Meneguhkan Amanah Mengokohkan Strategi: Refleksi dan Akselerasi Zakat Jabar 2020–2025”, yang menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS kabupaten/kota dalam memperkuat tata kelola dan akselerasi program zakat. Selain membahas evaluasi program tahun berjalan, forum ini juga menyosialisasikan hasil Rakornas BAZNAS se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Jawa Barat sebagai salah satu BAZNAS terbaik dan terdepan di Indonesia. Ia menekankan bahwa BAZNAS adalah lembaga fasilitator zakat, sehingga para pimpinan tidak diperkenankan meminta-minta, apalagi memaksa seseorang untuk berzakat. Beliau juga mengingatkan bahwa ketiadaan dukungan APBD bukan alasan untuk mengeluh, karena amanah pelayanan umat harus tetap dijalankan dengan penuh dedikasi. Sementara itu, Ketua BAZNAS Jabar KH. M Anang Jauharuddin mengungkapkan bahwa RAKORDA tahun ini digelar dalam suasana keprihatinan sehingga awalnya direncanakan untuk dilakukan secara daring. Meski demikian, komitmen para peserta menjadi dorongan kuat untuk menyelenggarakan kegiatan secara langsung demi efektivitas koordinasi. Anang juga menyampaikan bahwa RAKORDA menjadi ajang penghormatan bagi para pimpinan BAZNAS kabupaten/kota yang telah memasuki akhir masa baktinya, serta penguatan kembali komitmen para amil dalam menjalankan amanah lembaga. Partisipasi BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam RAKORDA ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi lembaga dalam pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan. BAZNAS Cianjur berkomitmen untuk terus menghadirkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan amanah, demi kesejahteraan masyarakat Cianjur.

17-11-2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur Hadiri Rakornas BAZNAS 2025, Siap Sukseskan Asta Cita
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur Hadiri Rakornas BAZNAS 2025, Siap Sukseskan Asta Cita
Jakarta — Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang digelar di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, pada 26–29 Agustus 2025. Forum tahunan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Dirjen Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, termasuk pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita agar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat. “Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menjelaskan bahwa dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita diwujudkan melalui program-program nyata, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif. Capaian positif BAZNAS juga tercermin dari peningkatan penghimpunan zakat nasional yang naik signifikan, dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun di tingkat pusat pada 2025. Jumlah muzaki pun terus meningkat hingga 28,46 juta jiwa pada 2024. Selain di tingkat nasional, BAZNAS juga aktif berkontribusi di kancah internasional, khususnya dalam isu kemanusiaan Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. Menurut Kiai Noor, hal ini menjadi kebanggaan bangsa karena logo BAZNAS kini dikenal di dunia internasional sebagai simbol kepedulian umat Islam Indonesia. Rakornas BAZNAS 2025 turut menghadirkan BAZNAS Awards dengan hampir 1.000 penghargaan untuk BAZNAS daerah, LAZ, tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Ajang ini diharapkan menjadi pemacu semangat seluruh elemen penggerak zakat dalam menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan. Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, A.Pi., MM, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS Cianjur dalam Rakornas adalah bentuk komitmen agar program zakat di daerah selaras dengan visi nasional. “Rakornas menjadi ruang strategis bagi kami untuk menyusun langkah konkret demi kesejahteraan umat di Kabupaten Cianjur. Dengan sinergi bersama BAZNAS RI dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimis zakat akan semakin berdampak luas,” tegasnya.

28-08-2025 | HUMAS BAZNAS Cianjur

BAZNAS Cianjur Audiensi Dengan Bupati, Perkuat Sinergi Untuk Kesejahteraan Masyarakat
BAZNAS Cianjur Audiensi Dengan Bupati, Perkuat Sinergi Untuk Kesejahteraan Masyarakat
Cianjur - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur melaksanakan audiensi dengan Bupati Cianjur, dr. Wahyu, bertempat di ruang rapat Bupati, Selasa (29/7/2025). Audiensi ini turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Cianjur, Selamet Riyadi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur memaparkan sejumlah program strategis yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, dan optimalisasi potensi zakat. Bupati Cianjur menyambut baik berbagai program yang dijalankan BAZNAS dan menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah dan BAZNAS dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. “Harapan kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dapat terus bersama-sama dengan BAZNAS dalam membantu masyarakat kita yang keluhannya beragam. Kolaborasi ini penting untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara tepat sasaran,” ujar Bupati. BAZNAS Kabupaten Cianjur berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan layanan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat Cianjur.

30-07-2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Berita Pendistribusian

Bersama Pulihkan Harapan, BAZNAS Cianjur Bantu Korban Longsor Cisarua
Bersama Pulihkan Harapan, BAZNAS Cianjur Bantu Korban Longsor Cisarua
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa, 6 Februari 2026. Bantuan yang disalurkan berupa dana sebesar Rp15 juta, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Cianjur terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah. Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak serta memenuhi kebutuhan darurat pascabencana. “Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat Cianjur. Kami berharap dana yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak longsor di Cisarua,” ujar H. Tata. Bantuan tersebut diterima secara langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung Barat, H. Saiful Rachman. Dalam kesempatan tersebut, H. Saiful Rachman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Cianjur serta seluruh masyarakat Cianjur atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Cianjur dan masyarakat Cianjur atas dukungan dan kepeduliannya. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat terdampak bencana,” ungkapnya. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Cianjur terus berkomitmen untuk hadir dalam setiap upaya kemanusiaan, tidak hanya di wilayah Cianjur, tetapi juga bagi masyarakat di daerah lain yang membutuhkan.
04/02/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
TIM BAZNAS DAN MUI KABUPATEN CIANJUR TIBA DI TANAH DATAR, BANTUAN DISALURKAN
TIM BAZNAS DAN MUI KABUPATEN CIANJUR TIBA DI TANAH DATAR, BANTUAN DISALURKAN
BAZNAS Kabupaten Cianjur bersama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cianjur menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana di Tanah Datar, Sumatera Barat. Kegiatan penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada hari Senin, 5 Januari 2026, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara sesama yang terdampak musibah. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur diwakili oleh Dr (HC) KH Aden Ali Abdulloh, M.Pd.I selaku Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan, H Muhamad Ichsan, SE sebagai Wakil Ketua III Bidang PKP dan Plt Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H Hilman Saukani, M.Pd.I selaku Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum, serta Alwan Pariadi Munthe, SHI sebagai Kepala Bagian Bidang Pengumpulan UPZ dan Digital. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam menjalankan amanah umat secara profesional dan transparan. Sementara itu, MUI Kabupaten Cianjur diwakili oleh H Bambang Zainal Arifien, S.Sy selaku Sekretaris Komisi Ukhuwwah Islamiyyah MUI Kabupaten Cianjur. Sinergi antara BAZNAS dan MUI ini menjadi wujud nyata ukhuwah islamiyyah dan kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Bantuan yang dihimpun dari masyarakat Kabupaten Cianjur tersebut diserahkan terlebih dahulu kepada BAZNAS Kabupaten Tanah Datar untuk selanjutnya didistribusikan kepada para penerima manfaat di wilayah terdampak. Mekanisme ini dilakukan guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat di Tanah Datar, Sumatera Barat. BAZNAS Kabupaten Cianjur mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi bagi saudara kita di Sumatera Barat. Mari bersama ringankan beban para korban bencana dengan menyalurkan donasi melalui program Cianjur Peduli Sumatera pada tautan berikut https://baznaskabcianjur.com/campaign/cianjurpedulisumatera. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi harapan dan kekuatan bagi mereka yang membutuhkan.
05/01/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS Cianjur Dukung Santripreneur Melalui Bantuan Mesin Jahit
BAZNAS Cianjur Dukung Santripreneur Melalui Bantuan Mesin Jahit
Cianjur, (12 November 2025). BAZNAS Kabupaten Cianjur terus berkomitmen dalam mendukung kemandirian ekonomi umat melalui program Santripreneur. Salah satu wujud nyata program tersebut diwujudkan dengan penyaluran dua unit mesin jahit kepada Pondok Pesantren Takhossus Al-Qur’an Al-Mahmudiyah Bani Suparman Assatinem, yang berlokasi di Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para santri agar memiliki bekal keahlian praktis di samping pembelajaran ilmu agama. Dengan demikian, para santri diharapkan dapat menjadi generasi Qurani yang mandiri, berdaya, dan siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Pimpinan Pondok Pesantren, KH. Zainal Mahmudin, SQ, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Cianjur. “Syukur alhamdulillah, atas bantuan dua unit mesin jahit dari BAZNAS Cianjur. Karena di Pondok kami, di samping pelajaran agama, para santri juga dibekali keterampilan-keterampilan, di antaranya keterampilan jahit-menjahit pakaian putra dan putri,” ujar KH. Zainal Mahmudin. Melalui program Santripreneur ini, BAZNAS Cianjur berharap dapat mendorong terciptanya santri-santri yang memiliki semangat wirausaha dan mampu mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan pesantren. “Bantuan ini merupakan bentuk dukungan BAZNAS terhadap pesantren yang tidak hanya mendidik para santri secara spiritual, tetapi juga melatih mereka menjadi insan produktif dan mandiri,” ujar perwakilan BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam keterangannya. Dengan adanya kolaborasi antara lembaga keagamaan dan BAZNAS, diharapkan tumbuh lebih banyak pesantren yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Cianjur.
13/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Artikel Terbaru

Implementasi Tauhid Melalui Kepedulian Sosial: Refleksi Surat Al-Ikhlas
Implementasi Tauhid Melalui Kepedulian Sosial: Refleksi Surat Al-Ikhlas
Surat Al-Ikhlas dikenal sebagai jantungnya tauhid dalam Al-Qur'an. Meskipun singkat, surat ke-112 ini memiliki kedudukan yang sangat agung, bahkan Rasulullah SAW menyebutnya setara dengan sepertiga Al-Qur'an. Surat ini memurnikan keyakinan kita bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Ini adalah fondasi iman yang paling mendasar bagi seorang Muslim. Namun, memahami Al-Ikhlas tidak cukup hanya berhenti di lisan atau hafalan semata. Imam Syafi'i pernah mengingatkan bahwa keimanan yang sempurna meliputi tiga hal: pengucapan dengan lisan, keyakinan yang mantap di dalam hati, dan pengamalan dengan anggota tubuh. Makna As-Samad dalam Kehidupan Sosial Dalam ayat kedua, Allah SWT berfirman: “Allahus-Samad” (Allah tempat meminta segala sesuatu). Ayat ini mengajarkan kita ketergantungan mutlak makhluk kepada Sang Khalik. Jika kita meyakini Allah adalah As-Samad, maka konsekuensi logisnya adalah kita menyadari bahwa segala harta, jabatan, dan kemampuan yang kita miliki saat ini hanyalah titipan. Allah menitipkan kelebihan rezeki kepada sebagian hamba-Nya bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan sebagai ujian: apakah ia mau menjadi jalan pertolongan bagi hamba-Nya yang lain? Bukti Kejujuran Iman Salah satu pengamalan nyata dari Tauhid adalah melepaskan keterikatan hati terhadap dunia. Mengamalkan Al-Ikhlas berarti juga belajar ikhlas dalam menyisihkan sebagian harta di jalan Allah. Islam mengajarkan keseimbangan antara Hablum Minallah (hubungan dengan Allah) dan Hablum Minannas (hubungan dengan sesama manusia). Kesalehan ritual (seperti shalat dan puasa) harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial. Tidak ada harta yang berkurang karena sedekah; justru ia akan tumbuh, membawa keberkahan, dan menjadi naungan bagi kita di hari perhitungan kelak. Penutup Mari kita sempurnakan ibadah dan keyakinan tauhid kita dengan memperbanyak sedekah. Kepedulian kita adalah bukti bahwa kita bersyukur kepada Allah, Dzat Yang Maha Esa. Bagi Anda yang ingin menyalurkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Cianjur, Anda dapat menyalurkannya melalui lembaga resmi yang amanah. Melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur, donasi Anda akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak (asnaf). Tunaikan Sedekah Terbaik Anda Melalui Tautan Berikut: https://kabcianjur.baznas.go.id/sedekah Semoga Allah SWT senantiasa menjaga keikhlasan hati kita dan menerima setiap amal kebaikan yang kita lakukan. Aamiin ya Rabbal Alamin.
10/12/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Cara Melatih Ikhlas dan Sabar Menurut Islam: 4 Amalan Harian
Cara Melatih Ikhlas dan Sabar Menurut Islam: 4 Amalan Harian
Cara melatih ikhlas dan sabar menurut Islam bukan sekadar teori, tapi butuh latihan kecil yang diulang setiap hari. Hidup selalu penuh ujian: kadang rezeki seret, pekerjaan menumpuk, atau hati tersinggung oleh sikap orang lain. Di sinilah ikhlas dan sabar menjadi “perisai” bagi hati. Allah sendiri menegaskan keutamaan sabar dalam Al-Qur’an: "Innallaha ma'ashobirin" (Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS al-Baqarah [2]: 153). Dengan menyadari janji ini, kita terdorong untuk menjadikan ikhlas dan sabar sebagai karakter, bukan hanya slogan. Amalan harian pertama untuk melatih ikhlas adalah memperbaiki niat di awal hari. Sebelum beraktivitas, luangkan satu-dua menit untuk berkata dalam hati: “Ya Allah, aku bekerja, belajar, dan beraktivitas hari ini karena-Mu.” Niat yang lurus membuat aktivitas biasa bernilai ibadah: mencari nafkah, mengurus keluarga, bahkan membersihkan rumah. Saat hasilnya tidak sesuai harapan gaji belum naik, usaha belum berkembang hati tetap tenang karena fokusnya bukan lagi pujian manusia, tapi ridha Allah. Mengulang-ulang niat ini setiap pagi akan melatih hati untuk tidak terlalu kecewa ketika kenyataan berbeda dari ekspektasi. Amalan kedua adalah membiasakan dzikir dan doa ketika hati mulai gelisah. Saat ada hal yang memancing emosi komentar pedas, rencana yang gagal, atau kabar buruk cobalah berhenti sejenak lalu baca “astaghfirullah”, “Hasbunallah wa ni‘mal wakil”, atau doa: “Ya Allah, lapangkanlah hatiku dan jauhkan aku dari marah yang tidak Engkau ridai.” Dzikir seperti ini bukan hanya ibadah lisan, tapi juga “rem” agar emosi tidak meledak. Semakin sering dilakukan, semakin cepat hati kembali tenang. Di sinilah sabar dan ikhlas tumbuh: dari kebiasaan kecil menahan diri, bukan dari teori panjang. Amalan harian ketiga adalah menjaga shalat tepat waktu dan menjadikannya momen curhat paling jujur kepada Allah. Di dalam sujud, sampaikan semua rasa lelah, kecewa, dan takut, lalu akhiri dengan kalimat ridha: “Aku serahkan hasilnya kepada-Mu.” Shalat yang dilakukan dengan kesadaran seperti ini akan melatih hati untuk menerima takdir dengan lebih lapang. Allah berfirman: “innama yuwaffash-shabiruna ajrahum bighairi hisab” (Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas) (QS az-Zumar [39]: 10). Mengingat ayat ini ketika sujud membuat kita rela menahan emosi dan memilih sabar, karena tahu ada pahala tanpa batas yang menanti. Amalan keempat adalah muhasabah sebelum tidur: menilai kembali hari yang sudah dilalui. Tanyakan pada diri sendiri, “Tadi aku sudah ikhlas atau masih ingin dipuji?” dan “Di momen mana aku gagal sabar?” Setelah itu, maafkan orang-orang yang menyakiti, lalu minta ampun kepada Allah atas reaksi yang berlebihan. Kebiasaan ini akan membuat hati lebih halus dan tidak menyimpan dendam. Besok pagi, kita bisa memulai lagi latihan ikhlas dan sabar dengan niat yang lebih kuat. Dari empat amalan sederhana ini meluruskan niat, berdzikir saat gelisah, menjaga shalat khusyuk, dan muhasabah sebelum tidur, pelan-pelan ikhlas dan sabar akan tumbuh menjadi karakter yang mengakar dalam diri. Sebagai pelengkap semua amalan di atas, jadikan sedekah harian sebagai latihan ikhlas yang nyata. Tidak harus besar; bisa dimulai dari seribu atau dua ribu rupiah per hari. Niatkan sedekah sebagai bentuk syukur dan sarana membersihkan hati dari cinta berlebihan pada harta. Bagi masyarakat Cianjur, sedekah dapat ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur secara online lewat laman resmi kabcianjur.baznas.go.id/sedekah. Ajak diri sendiri dan keluarga: “Hari ini kita sedekah apa dan untuk siapa?” Dengan begitu, ikhlas dan sabar bukan hanya terasa di dalam hati, tapi juga terwujud dalam tindakan nyata membantu sesama, sekaligus memperkuat program-program kebaikan di Kabupaten Cianjur.
25/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
TIGA CAHAYA BANGSA: RAHMAH EL YUNUSIYYAH, SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN, DAN GUS DUR DITETAPKAN SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL 2025
TIGA CAHAYA BANGSA: RAHMAH EL YUNUSIYYAH, SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN, DAN GUS DUR DITETAPKAN SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL 2025
Negara kembali menorehkan sejarah penting. Melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, tiga tokoh besar bangsa—Hj. Rahmah El Yunusiyyah, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Penyerahan gelar dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas jasa-jasa luar biasa ketiganya dalam memperjuangkan pendidikan, kemerdekaan berpikir, serta nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Hj. Rahmah El Yunusiyyah : Perintis Pendidikan Perempuan Indonesia Lahir di Padang Panjang pada 26 Oktober 1900, Hj. Rahmah El Yunusiyyah dikenal sebagai sosok pelopor pendidikan Islam untuk perempuan. Pada tahun 1923, ia mendirikan Diniyah Putri, sekolah Islam pertama bagi kaum perempuan di Indonesia—bahkan di Asia Tenggara. Di masa perjuangan, Rahmah turut mendirikan dapur umum bagi pejuang dan menggerakkan kaum perempuan untuk berperan dalam perjuangan kemerdekaan. Kini, lebih dari seabad kemudian, dedikasinya diakui negara. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional 2025, mewakili semangat pendidikan, kesetaraan, dan peran aktif perempuan dalam pembangunan bangsa. “Rahmah El Yunusiyyah bukan hanya pendidik, tapi pembebas pikiran perempuan Indonesia,” ujar salah satu tokoh pendidikan Sumatera Barat. Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan : Guru Para Ulama, Penanam Semangat Cinta Tanah Air Nama Syaikhona Muhammad Kholil sudah lama harum di dunia pesantren. Ulama karismatik asal Bangkalan, Madura, ini dikenal sebagai guru dari para kiai besar di Nusantara, termasuk KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Beliau menanamkan nilai penting yang terus dikenang hingga kini: “Hubbul Wathan Minal Iman” – Cinta Tanah Air adalah bagian dari Iman. Prinsip itulah yang menjembatani nilai agama dengan semangat kebangsaan. Melalui Keppres 116/TK/2025, Syaikhona Kholil diakui sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam pendidikan Islam dan pembentukan karakter kebangsaan santri Indonesia. Kini masyarakat Madura bangga, nama besar ulama mereka akhirnya tercatat dalam sejarah nasional. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) : Presiden Rakyat, Pahlawan Kemanusiaan Bagi banyak orang, Gus Dur bukan hanya seorang ulama dan presiden, ia adalah simbol kemanusiaan, toleransi, dan keberanian berpikir. Lahir di Jombang, 7 September 1940, Gus Dur tumbuh dalam tradisi pesantren namun berpikiran terbuka terhadap dunia modern. Sebagai Ketua Umum PBNU (1984–1999) dan Presiden ke-4 Republik Indonesia, ia memperjuangkan pluralisme, demokrasi, dan kesetaraan hak bagi semua warga negara. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional 2025 menjadi pengakuan atas perjuangannya menjaga Indonesia sebagai rumah bersama yang damai dan toleran. “Gus Dur mengajarkan bahwa agama harus menebar rahmat, bukan sekat,” ungkap Presiden Prabowo saat upacara penganugerahan. Tiga Jalan, Satu Tujuan: Membangun Indonesia dengan Ilmu, Iman, dan Kemanusiaan Ketiganya datang dari latar berbeda, Rahmah dari dunia pendidikan perempuan, Kholil dari pesantren klasik, dan Gus Dur dari ranah politik dan kemanusiaan, namun semuanya menyalakan api perjuangan yang sama: mencerdaskan bangsa, menegakkan nilai, dan menumbuhkan cinta tanah air. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025 menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu dalam medan perang, tetapi juga dalam pemikiran, pendidikan, dan keteladanan. Dari Padang Panjang ke Bangkalan hingga Jombang, cahaya perjuangan mereka kini berpadu menjadi “Tiga Cahaya Bangsa”, menerangi langkah Indonesia menuju masa depan yang berilmu, beriman, dan berkeadaban.
12/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

BAZNAS TV