Berita Terkini
Perkuat Sinergi Zakat dan Koperasi, BAZNAS Cianjur Serahkan SK UPZ DEKOPINDA
CIANJUR - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur menyerahkan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur dalam rangkaian Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Amphitheater Alun-Alun Kabupaten Cianjur, Minggu (30/8/2026).
Penyerahan SK UPZ tersebut dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Hilman Saukani, M.Pd, kepada Ketua UPZ Dekopinda Kabupaten Cianjur.
Penetapan UPZ Dekopinda menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Kabupaten Cianjur dan gerakan koperasi, khususnya dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan koperasi.
Melalui UPZ, BAZNAS Cianjur berharap potensi zakat dan infak dari para anggota serta insan koperasi dapat dikelola secara lebih terarah, tertib, dan amanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyerahan SK tersebut juga menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang diusung dalam peringatan Harkopnas ke-79. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang memperingati sejarah dan peran koperasi, tetapi juga membuka ruang sinergi antarlembaga dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
H. Hilman Saukani menyampaikan bahwa keberadaan UPZ memiliki peran penting dalam membantu BAZNAS mengoptimalkan potensi penghimpunan ZIS sekaligus memperluas jangkauan pelayanan zakat di Kabupaten Cianjur.
“UPZ merupakan perpanjangan tangan BAZNAS dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah. Kami berharap UPZ Dekopinda dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat dan berinfak melalui lembaga yang resmi,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi dengan Dekopinda juga diharapkan tidak berhenti pada aspek penghimpunan, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi dalam program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Puncak Harkopnas ke-79 Dekopinda Kabupaten Cianjur berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai koperasi. Salah satu agenda utama kegiatan adalah jalan santai yang diikuti 490 peserta dari 49 koperasi anggota Dekopinda Cianjur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, jajaran Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian, tokoh koperasi, serta jajaran pengurus dan penasehat Dekopinda Kabupaten Cianjur.
Dengan diterbitkannya SK UPZ tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur berharap kolaborasi bersama Dekopinda dapat semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan gerakan zakat sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat Kabupaten Cianjur.
01/09/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Bukan Sekadar Hadir, BAZNAS Cianjur Siagakan Ambulans di Tengah Semarak Harkopnas ke-79
CIANJUR - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur turut ambil bagian dalam mendukung Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur di Amphitheater Alun-Alun Kabupaten Cianjur, Minggu (30/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur menyiagakan layanan ambulans sebagai bentuk dukungan terhadap aspek kesehatan dan keselamatan peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Layanan ambulans disiapkan untuk memberikan respons awal apabila terdapat peserta yang membutuhkan pertolongan atau penanganan kesehatan. Kehadiran layanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BAZNAS Cianjur dalam menghadirkan pelayanan sosial dan kemanusiaan di tengah berbagai kegiatan masyarakat.
Puncak Harkopnas ke-79 menjadi momentum istimewa bagi Dekopinda Kabupaten Cianjur. Selain memperingati Hari Koperasi Nasional, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal kepengurusan baru Dekopinda periode 2025–2030 yang telah dilantik pada Maret 2026.
Peringatan Harkopnas tingkat Kabupaten Cianjur tersebut juga kembali digelar setelah sebelumnya vakum selama dua tahun.
Kegiatan dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, jajaran Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian, tokoh koperasi, serta jajaran penasehat Dekopinda Kabupaten Cianjur.
Rangkaian acara berlangsung semarak. Salah satu agenda utama adalah jalan santai Gerakan Koperasi yang diikuti 490 peserta dari 49 koperasi anggota Dekopinda Cianjur.
Selain jalan santai, kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada tiga tokoh penggerak koperasi dan tiga koperasi berprestasi tingkat Kabupaten Cianjur.
Ketua Dekopinda Kabupaten Cianjur, Herlan Firmansyah, menegaskan bahwa peringatan Harkopnas ke-79 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kembali keberadaan gerakan koperasi di Kabupaten Cianjur.
“Harkopnas ke-79 ini menjadi bukti bahwa Dekopinda hadir memberikan manfaat. Setelah dua tahun tidak ada peringatan, kini kita kembali dengan semangat baru untuk memperkuat gerakan koperasi di Cianjur,” ujar Herlan.
Menurut Herlan, kepengurusan baru Dekopinda periode 2025–2030 membawa tiga fokus utama yang terangkum dalam konsep EFA, yakni Edukasi, Fasilitasi, dan Advokasi.
Edukasi diwujudkan melalui pelatihan dan pendampingan bagi koperasi. Sementara fasilitasi dilakukan dengan mempertemukan koperasi dengan dunia usaha dan perbankan. Adapun advokasi diarahkan untuk membantu koperasi dalam menghadapi persoalan hukum maupun regulasi.
Dukungan BAZNAS Cianjur melalui layanan ambulans menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memastikan kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Bagi BAZNAS Cianjur, keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari semangat zakat, infak, dan sedekah yang memberi manfaat nyata. Kehadiran ambulans di tengah kegiatan juga memperkuat peran BAZNAS dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang responsif kepada masyarakat.Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BAZNAS Kabupaten Cianjur terus mendorong terwujudnya kolaborasi sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
01/09/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Bantu Penyintas Gempa NTT, BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan Kemanusiaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merespon cepat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan di sejumlah wilayah terdampak untuk mempercepat penanganan kebutuhan penyintas gempa.
Adapun berbagai layanan yang tersedia melalui pos-pos tersebut, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air, hingga masjid darurat. Layanan tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang terdampak gempa, antara lain Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan, keberadaan pos layanan menjadi bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan di lapangan.
"Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik," ujar Sodik dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/8/2026)
Sodik mengatakan, respons BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi selama berada dalam kondisi darurat.
"Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan," jelasnya.
Sodik menyampaikan, BAZNAS juga mendirikan masjid darurat di sejumlah lokasi yang diharapkan dapat kembali menyediakan ruang bagi warga untuk menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana.
Lebih lanjut, Sodik menuturkan, BAZNAS melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat penyintas gempa.
"Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," ujar Sodik.
31/08/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Agenda Pimpinan
BAZNAS Cianjur dan IGRA Perkuat Kolaborasi Pendidikan Anak Mustahik, Salurkan Donasi Rp10 Juta untuk NTT
Cianjur, 6 Oktober 2026 - BAZNAS Kabupaten Cianjur menerima audiensi Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Cianjur di Aula BAZNAS Cianjur, Selasa (6/10/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga mustahik serta meningkatkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, KH. Deny Saeful Rohman, bersama Wakil Ketua III BAZNAS Cianjur H. M. Ichsan.
Ketua PD IGRA/KKRA Kabupaten Cianjur, Hj. Ai Aisah, M.Pd., menyampaikan keinginan IGRA untuk menjalin kolaborasi dengan BAZNAS Cianjur melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga mustahik.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, tetapi juga mencakup dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak dan tenaga pendidik yang membutuhkan bantuan. Dengan demikian, zakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masa depan generasi penerus.
Selain mendukung program pendidikan, IGRA Kabupaten Cianjur juga menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pengumpulan ZIS dari para anggotanya. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat gerakan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Cianjur.
Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, KH. Deny Saeful Rohman, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia berharap sinergi dengan IGRA dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung pendidikan anak-anak mustahik dan mengoptimalkan potensi pengumpulan ZIS.
Pada kesempatan yang sama, IGRA Kabupaten Cianjur turut menyalurkan donasi sebesar Rp10.000.000 melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur untuk membantu masyarakat terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Donasi ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar IGRA terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Cianjur dan IGRA Kabupaten Cianjur diharapkan dapat memperkuat peran masing-masing dalam menghadirkan program sosial dan pendidikan yang berkelanjutan. Sinergi tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, mulai dari dukungan pendidikan hingga bantuan kemanusiaan.
06-10-2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Rembug Warga Bersama Bupati Cianjur, BAZNAS Cianjur Hadirkan ZIS dan Kepedulian untuk Warga
BOJONGPICUNG - Sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS Kabupaten Cianjur kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui Rembug Warga Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cianjur, unsur Forkopimcam, serta pimpinan BAZNAS Cianjur.
Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur KH. Ir. Deny Saeful Rohman didampingi Wakil Ketua II H. M. Toha, S.Ag., M.Pd.I. hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada masyarakat.
ZIS Hadir dalam Bentuk Kepedulian
Dalam penyampaiannya, KH. Deny mengajak masyarakat untuk menunaikan ZIS melalui lembaga resmi dan amanah agar dapat dikelola sesuai syariat dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“ZIS merupakan amanah. Ketika dikelola dengan baik dan tepat sasaran, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar KH. Deny.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Cianjur bersama BAZNAS Cianjur menyalurkan Paket Sembako Jompo dan Santunan “Nyaah Ka Indung”.
BAZNAS juga memberikan bantuan pembangunan rumah bagi Bapak Ayi (64), warga Bojongpicung yang selama kurang lebih tiga tahun terpaksa tinggal di kandang domba karena belum memiliki rumah sendiri.
Bantuan tersebut menjadi ikhtiar BAZNAS Cianjur untuk membantu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak sekaligus menjaga martabat dan kenyamanan warga di masa tua.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Cianjur terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan ZIS sebagai instrumen kepedulian sosial dan pemberdayaan umat.
02-10-2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS CIANJUR HADIR DI RAKERNIS IT 2025, MODERNISASI SIMBA RESMI DILUNCURKAN
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur turut hadir dalam Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025 yang digelar pada Selasa (26/11/2025). Agenda nasional ini menjadi momentum penting bagi percepatan digitalisasi tata kelola zakat di seluruh Indonesia, termasuk bagi BAZNAS daerah.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS RI secara resmi meluncurkan modernisasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA). Pembaruan ini menjadi lompatan besar menuju tata kelola zakat yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi dari pusat hingga daerah.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa seluruh proses pelaporan BAZNAS di masa depan akan terstandarkan melalui SIMBA sebagai sistem nasional. Ia mengakui bahwa transformasi digital bukan tanpa tantangan, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan perangkat maupun jaringan.
“Dulu masih banyak yang hanya pakai HP dan sinyalnya terbatas, tapi alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Kita ingin semua daerah bisa tembus,” ujarnya. Beliau juga menekankan kewaspadaan dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). “AI ini luar biasa, tapi jangan sampai kita dimanipulasi. Bisa saja dibuatkan suara saya padahal bukan saya. Karena itu manusia tetap harus jadi imamnya AI,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec, Ph.D., menjelaskan bahwa SIMBA kini dibangun ulang dengan arsitektur yang lebih kuat, cepat, dan memiliki standar keamanan setingkat perbankan. Ia menegaskan SIMBA bukan hanya sistem pelaporan, tetapi alat untuk memantau perjalanan mustahik hingga mencapai kemandirian.
“Data sekarang sangat sensitif. Kebocoran bisa terjadi di mana saja. Karena itu SIMBA kita bangun ulang supaya lebih aman dan lincah,” jelasnya.
Prof. Nadra juga menyoroti tantangan SDM daerah dalam transformasi digital. Masih banyak lembaga daerah yang belum memiliki staf IT, sehingga peningkatan kapasitas dilakukan secara bertahap. Namun dengan dukungan berbagai mitra teknologi global, BAZNAS terus memperkuat ekosistem digitalisasi di seluruh Indonesia.
Acara Zakat Tech Mini Expo 2025 turut menampilkan berbagai inovasi digital dari BAZNAS daerah, mahasiswa, perbankan syariah, hingga perusahaan teknologi global. Peserta dapat melihat langsung teknologi berbasis AI, cloud, dan aplikasi zakat yang mendukung modernisasi pengelolaan zakat nasional.
Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Cianjur H. M. Ichsan menyatakan bahwa dalam agenda strategis ini menjadi bagian dari komitmen mempercepat transformasi digital daerah. Dengan modernisasi SIMBA, “ini merupakan langkah menuju tata kelola zakat yang lebih transparan, efisien, dan aman, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan pengelolaan zakat modern di tingkat global”. Ujar beliau
28-11-2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Berita Pendistribusian
Di Tengah Musibah, BAZNAS Cianjur Hadir Menguatkan Penyintas Kebakaran
CIANJUR — Di tengah musibah yang menimpa warga, BAZNAS Kabupaten Cianjur hadir memberikan bantuan kepada penyintas kebakaran di kawasan BTN Joglo, Jalan Dipawangi, Gang Wargasari, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Kamis (1/10/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, KH. Deny Saeful Rohman, didampingi Wakil Ketua II, H. M. Toha, sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit setelah musibah kebakaran.
Kebakaran sebelumnya melanda dua rumah di kawasan tersebut pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 16.26 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah serta sejumlah barang milik warga. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Cianjur diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan penyintas, khususnya dalam melewati masa pemulihan dan kembali menata kehidupan setelah musibah.
Bantuan yang disalurkan menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang terdampak musibah dan kondisi darurat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, KH. Deny Saeful Rohman, menegaskan bahwa kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah merupakan bagian dari semangat BAZNAS untuk terus hadir dan memberikan manfaat.
Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur berharap para penyintas diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan dan dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
BAZNAS Cianjur terus berikhtiar hadir di tengah masyarakat—menguatkan yang sedang menghadapi kesulitan dan menghadirkan manfaat melalui amanah zakat, infak, dan sedekah.
02/10/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS Cianjur Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan
CIANJUR - Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sebagian masyarakat di Kabupaten Cianjur mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut dirasakan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, yang menghadapi kekeringan selama kurang lebih satu bulan terakhir.
Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Sukamaju pada Rabu, 19 Agustus 2026. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak berkurangnya sumber air.
Berdasarkan keterangan warga, musim kemarau telah berlangsung sekitar tiga bulan. Sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai mengalami penurunan debit, sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi semakin sulit.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Cianjur berupaya meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama masa kekeringan.
Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sukamaju serta menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Kabupaten Cianjur terhadap warga yang membutuhkan
20/08/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS Cianjur Serahkan 2.000 Paket School Kit Menyambut Tahun Ajaran Baru
Cianjur – Dalam rangka menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, BAZNAS Kabupaten Cianjur menyerahkan 2.000 paket school kit bagi siswa-siswi kurang mampu melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur.
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam mendukung keberlangsungan pendidikan serta meringankan beban keluarga kurang mampu saat memasuki tahun ajaran baru. Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan Disdikpora agar bantuan dapat diterima oleh siswa yang benar-benar membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Cianjur. Upaya ini sejalan dengan semangat Disdikpora dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang ramah dan tidak memberatkan peserta didik maupun orang tua pada awal tahun ajaran.
Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, A.Pi., MM, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus program pendistribusian zakat. Melalui bantuan perlengkapan sekolah ini, diharapkan para siswa dapat memulai proses belajar dengan lebih semangat dan percaya diri tanpa terkendala keterbatasan perlengkapan belajar.
"Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
BAZNAS Kabupaten Cianjur berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah sebagai bentuk optimalisasi pengelolaan zakat bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cianjur
15/07/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Artikel Terbaru
Pelayanan Donatur sebagai Pilar Keberhasilan Fundraising Modern
Dalam perkembangan fundraising modern, keberhasilan penghimpunan dana tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan kampanye, luasnya jaringan, atau banyaknya kanal donasi yang dimiliki sebuah lembaga. Faktor yang semakin menentukan keberhasilan lembaga justru terletak pada kualitas pelayanan kepada donatur. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transparansi dan profesionalitas lembaga sosial, pelayanan menjadi wajah utama yang dinilai publik dalam membangun kepercayaan.
Selama ini pembahasan mengenai fundraising sering lebih banyak menitikberatkan pada strategi komunikasi, branding, kampanye media sosial, maupun perluasan kanal penghimpunan. Semua itu memang penting. Namun keberhasilan fundraising tidak akan berkelanjutan apabila tidak diikuti dengan pelayanan donatur yang baik. Banyak donatur tidak berhenti berdonasi karena program lembaga buruk, melainkan karena pengalaman pelayanan yang tidak memuaskan, komunikasi yang lambat, hubungan yang terasa kaku, atau ketidakmampuan lembaga menjaga kedekatan dengan donatur.
Fundraising pada akhirnya bukan sekadar proses menghimpun dana, tetapi membangun hubungan jangka panjang antara lembaga dan masyarakat. Karena itu, pelayanan kepada donatur harus ditempatkan sebagai strategi inti organisasi. Lembaga yang mampu menghadirkan pelayanan yang baik akan lebih mudah membangun loyalitas dan kepercayaan publik. Sebaliknya, lembaga yang mengabaikan pelayanan perlahan akan kehilangan kedekatan emosional dengan donatur meskipun memiliki program yang baik.
Dalam konteks inilah pelayanan donatur menjadi bagian penting dari keberlanjutan fundraising modern. Pelayanan bukan hanya aktivitas administratif, melainkan bagian dari amanah, penghormatan, dan upaya membangun hubungan kemanusiaan yang sehat antara lembaga dan donatur.
Seamless Communication: Membangun Hubungan yang Cepat, Tulus, dan Personal
Salah satu kebutuhan utama pelayanan fundraising modern adalah kemampuan menghadirkan seamless communication atau komunikasi tanpa hambatan dengan donatur. Donatur saat ini hidup di era digital yang serba cepat dan mudah. Mereka terbiasa memperoleh pelayanan instan dari berbagai sektor kehidupan, mulai dari perbankan, perdagangan digital, transportasi, hingga layanan publik lainnya. Perubahan perilaku ini ikut memengaruhi harapan masyarakat terhadap lembaga sosial dan filantropi.
Karena itu, lembaga perlu menghadirkan komunikasi yang cepat, mudah diakses, personal, dan penuh penghormatan. Komunikasi tidak cukup hanya tersedia melalui berbagai kanal seperti WhatsApp, email, media sosial, telepon, website, atau chatbot. Yang paling penting adalah kualitas interaksi yang diberikan kepada donatur.
Donatur tidak ingin diperlakukan sekadar sebagai target penghimpunan atau angka statistik dalam laporan fundraising. Mereka ingin diperlakukan sebagai manusia yang dihargai dan dipercaya. Mereka ingin memperoleh respons yang cepat, jawaban yang jelas, komunikasi yang ramah, dan pendekatan yang personal. Pelayanan yang baik lahir dari ketulusan untuk melayani, bukan semata-mata mengejar target penghimpunan dana.
Dalam banyak kasus, hal-hal sederhana justru sangat menentukan pengalaman donatur. Kecepatan menjawab pesan, kesediaan membantu ketika donatur mengalami kesulitan, atau keramahan dalam komunikasi sering kali lebih bermakna dibanding kampanye besar yang menghabiskan biaya tinggi. Donatur sering kali tidak menuntut sesuatu yang rumit. Mereka hanya ingin merasa dihargai dan diperhatikan.
Karena itu, komunikasi dalam fundraising harus dibangun dengan prinsip cepat, tulus, personal, dan respectful. Hubungan yang dibangun tidak boleh terasa seperti hubungan bisnis semata, melainkan hubungan kemanusiaan yang dilandasi rasa hormat dan kepercayaan.
Pengembangan Produk dan Layanan Donatur
Pelayanan donatur tidak boleh hanya diposisikan sebagai fungsi administratif. Lembaga modern perlu memiliki unit khusus yang fokus menangani pelayanan dan pengembangan pengalaman donatur secara profesional. Tim ini tidak sekadar mengurus administrasi donasi, tetapi menjadi pusat pengembangan customer experience dan loyalitas publik.
Selama ini banyak lembaga terlalu fokus pada penghimpunan dana, sementara pengembangan pelayanan kurang mendapatkan perhatian. Padahal kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan apakah seorang donatur akan tetap loyal atau justru meninggalkan lembaga.
Karena itu, tim layanan donatur harus memiliki fungsi yang lebih strategis. Mereka tidak hanya bertugas mengirim bukti donasi atau mencatat transaksi, tetapi juga mengembangkan berbagai produk layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi donatur. Laporan penyaluran program, kartu ucapan, bukti donasi, rekap tahunan, reminder donasi, dashboard donatur, layanan konsultasi, hingga layanan jemput donasi merupakan bagian penting dalam membangun pengalaman pelayanan yang baik.
Lebih jauh lagi, lembaga perlu memahami customer journey atau perjalanan pengalaman donatur. Loyalitas tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi dibangun melalui pengalaman panjang sejak seseorang mengenal lembaga, tertarik pada program, melakukan donasi, menerima pelayanan, memperoleh laporan, hingga akhirnya merasa menjadi bagian dari gerakan sosial yang dijalankan lembaga.
Sayangnya, banyak lembaga hanya fokus pada proses memperoleh donasi, tetapi kurang memperhatikan pengalaman setelah transaksi dilakukan. Padahal justru pada tahap pasca-donasi itulah loyalitas mulai dibangun. Donatur ingin mengetahui bagaimana dana mereka dikelola, apa dampak yang dihasilkan, dan bagaimana lembaga memperlakukan mereka setelah donasi dilakukan.
Karena itu, setiap titik interaksi dengan donatur perlu dirancang secara serius. Kemudahan kanal donasi, kualitas komunikasi, kecepatan pelayanan, kualitas laporan, hingga pengalaman digital menjadi bagian penting dari perjalanan pengalaman donatur.
Dalam perkembangan teknologi saat ini, pengembangan pelayanan juga perlu diarahkan pada transformasi digital. Lembaga perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari sistem CRM berbasis cloud, auto receipt, e-reporting, dashboard donatur, chatbot pelayanan, hingga integrasi omnichannel communication.
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga membuka peluang besar dalam pelayanan fundraising. AI dapat digunakan untuk memahami perilaku donatur, menghadirkan komunikasi yang lebih personal, memberikan rekomendasi program yang sesuai, hingga meningkatkan kecepatan pelayanan melalui chatbot cerdas. Di sisi lain, Internet of Things (IoT) dapat membantu meningkatkan transparansi melalui monitoring distribusi bantuan dan pelaporan program secara real time.
Namun secanggih apa pun teknologi yang digunakan, pelayanan tetap harus dibangun di atas nilai penghormatan kepada manusia. Teknologi harus menjadi alat untuk memudahkan dan memperkuat hubungan dengan donatur, bukan menggantikan sentuhan kemanusiaan.
Pengolahan Data Fundraising sebagai Aset Strategis
Dalam fundraising modern, data donatur dengan semua perilakunya merupakan aset strategis yang sangat penting. Data fundraising ini bukan sekadar kumpulan nama dan nomor kontak, tetapi sumber informasi untuk memahami karakter, kebutuhan, dan perilaku donatur.
Lembaga yang mampu mengelola data dengan baik akan lebih mudah membangun komunikasi yang personal dan tepat sasaran. Pengelolaan data memungkinkan lembaga memahami preferensi program donatur, pola donasi, frekuensi kontribusi, hingga cara komunikasi yang paling efektif.
Karena itu, pengelolaan data tidak boleh dilakukan secara sederhana dan manual. Lembaga perlu membangun sistem database dan CRM yang modern, aman, dan terintegrasi. Pengelolaan data yang baik akan membantu lembaga meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat loyalitas donatur.
Sebaliknya, pengelolaan data yang buruk sering menyebabkan komunikasi yang tidak relevan, kesalahan pelayanan, hingga menurunkan kualitas hubungan dengan donatur. Dalam era digital, kemampuan mengelola data menjadi bagian penting dari profesionalitas lembaga.
Layanan Komplain sebagai Sumber Perbaikan
Salah satu aspek pelayanan yang sering diabaikan dalam fundraising adalah layanan komplain. Banyak lembaga masih memandang keluhan sebagai ancaman atau gangguan. Padahal komplain justru merupakan sumber evaluasi yang sangat penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
Donatur yang menyampaikan keluhan sebenarnya masih memiliki kepedulian terhadap lembaga. Mereka masih berharap lembaga memperbaiki diri. Yang lebih berbahaya justru ketika donatur kecewa dan memilih diam lalu meninggalkan lembaga tanpa pernah kembali.
Karena itu, lembaga harus membangun sistem layanan komplain yang mudah diakses, cepat ditindaklanjuti, transparan, dan tidak defensif. Donatur harus merasa bahwa keluhan mereka didengar dan dihargai. Penanganan komplain bukan sekadar menyelesaikan masalah teknis, tetapi menjaga hubungan dan kepercayaan.
Lembaga perlu memiliki standar pelayanan komplain yang jelas, mulai dari mekanisme penerimaan keluhan, target waktu respons, penanggung jawab layanan, hingga evaluasi berkala terhadap masalah yang sering muncul. Keluhan yang ditangani dengan baik justru sering kali menghasilkan loyalitas yang lebih kuat dibanding sebelumnya.
Budaya pelayanan yang sehat adalah budaya yang terbuka terhadap kritik dan menjadikan masukan publik sebagai bagian dari proses perbaikan organisasi.
Penutup: Pelayanan sebagai Ruh Fundraising
Pada akhirnya, keberhasilan fundraising modern tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kampanye yang dilakukan atau seberapa luas jaringan penghimpunan yang dimiliki. Keberhasilan jangka panjang sangat ditentukan oleh kemampuan lembaga membangun hubungan yang sehat dan manusiawi dengan donatur.
Ada empat hal penting yang menjadi fondasi minimal pelayanan fundraising modern, yaitu seamless communication yang cepat, tulus, personal, dan penuh penghormatan; pengembangan produk dan layanan donatur yang mampu meningkatkan pengalaman pelayanan; pengelolaan data donatur yang profesional dan strategis; serta layanan komplain yang responsif dan berorientasi pada perbaikan.
Keempat hal tersebut bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar dalam membangun fundraising yang berkelanjutan. Lembaga yang mampu menghadirkan pelayanan yang baik akan memperoleh kepercayaan, loyalitas, dan dukungan publik yang lebih kuat.
Fundraising pada akhirnya bukan hanya soal menghimpun dana, tetapi membangun amanah dan hubungan kemanusiaan. Dan dalam hubungan kemanusiaan itulah pelayanan menemukan makna terpentingnya.
*)Penulis adalah Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan
12/05/2026 | H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC, CFRM.
NISAB ZAKAT PENGHASILAN 2026 RESMI DITETAPKAN RP7,6 JUTA, INI KETENTUANNYA
Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan halal yang diperoleh dari gaji, honorarium, jasa, maupun profesi lainnya. Zakat ini wajib ditunaikan apabila penghasilan telah mencapai nisab sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.
Berdasarkan SK Ketua Badan Amil Zakat Nasional Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026, ditetapkan bahwa nisab zakat penghasilan mengacu pada 85 gram emas 14 karat dengan kadar kemurnian 58,33%–62,49% kandungan emas.
Nilai tersebut setara dengan Rp91.681.728,00 per tahun (Sembilan Puluh Satu Juta Enam Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Tujuh Ratus Dua Puluh Delapan Rupiah), atau Rp7.640.144,00 per bulan (tujuh juta enam ratus empat puluh ribu seratus empat puluh empat rupiah) apabila ditunaikan setiap bulan.
Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat dihitung dari penghasilan bruto, yaitu total pendapatan sebelum dipotong biaya operasional atau kebutuhan lainnya, sebagai bentuk kehati-hatian dalam berzakat.
Zakat profesi berlaku bagi berbagai jenis pekerjaan, di antaranya Aparatur Sipil Negara (ASN), dokter dan tenaga medis, guru dan dosen, pegawai BUMN/BUMD, karyawan swasta, konsultan, advokat, notaris, arsitek, insinyur, pengusaha, hingga pekerja digital seperti freelancer dan content creator.
Sebagai contoh, jika seorang ASN atau dokter memiliki penghasilan bruto Rp10.000.000 per bulan, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah 2,5% × Rp10.000.000 = Rp250.000 per bulan.
Menunaikan zakat penghasilan bukan hanya kewajiban, tetapi juga memiliki banyak manfaat. Zakat membersihkan dan menyucikan harta, menumbuhkan keberkahan dalam rezeki, serta menjadi bukti rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
Harta menjadi lebih berkah, hati menjadi lebih tenang, dan manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
24/02/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Implementasi Tauhid Melalui Kepedulian Sosial: Refleksi Surat Al-Ikhlas
Surat Al-Ikhlas dikenal sebagai jantungnya tauhid dalam Al-Qur'an. Meskipun singkat, surat ke-112 ini memiliki kedudukan yang sangat agung, bahkan Rasulullah SAW menyebutnya setara dengan sepertiga Al-Qur'an. Surat ini memurnikan keyakinan kita bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Ini adalah fondasi iman yang paling mendasar bagi seorang Muslim.
Namun, memahami Al-Ikhlas tidak cukup hanya berhenti di lisan atau hafalan semata. Imam Syafi'i pernah mengingatkan bahwa keimanan yang sempurna meliputi tiga hal: pengucapan dengan lisan, keyakinan yang mantap di dalam hati, dan pengamalan dengan anggota tubuh.
Makna As-Samad dalam Kehidupan Sosial
Dalam ayat kedua, Allah SWT berfirman: “Allahus-Samad” (Allah tempat meminta segala sesuatu). Ayat ini mengajarkan kita ketergantungan mutlak makhluk kepada Sang Khalik.
Jika kita meyakini Allah adalah As-Samad, maka konsekuensi logisnya adalah kita menyadari bahwa segala harta, jabatan, dan kemampuan yang kita miliki saat ini hanyalah titipan. Allah menitipkan kelebihan rezeki kepada sebagian hamba-Nya bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan sebagai ujian: apakah ia mau menjadi jalan pertolongan bagi hamba-Nya yang lain?
Bukti Kejujuran Iman
Salah satu pengamalan nyata dari Tauhid adalah melepaskan keterikatan hati terhadap dunia. Mengamalkan Al-Ikhlas berarti juga belajar ikhlas dalam menyisihkan sebagian harta di jalan Allah.
Islam mengajarkan keseimbangan antara Hablum Minallah (hubungan dengan Allah) dan Hablum Minannas (hubungan dengan sesama manusia). Kesalehan ritual (seperti shalat dan puasa) harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial. Tidak ada harta yang berkurang karena sedekah; justru ia akan tumbuh, membawa keberkahan, dan menjadi naungan bagi kita di hari perhitungan kelak.
Penutup
Mari kita sempurnakan ibadah dan keyakinan tauhid kita dengan memperbanyak sedekah. Kepedulian kita adalah bukti bahwa kita bersyukur kepada Allah, Dzat Yang Maha Esa.
Bagi Anda yang ingin menyalurkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Cianjur, Anda dapat menyalurkannya melalui lembaga resmi yang amanah. Melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur, donasi Anda akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak (asnaf).
Tunaikan Sedekah Terbaik Anda Melalui Tautan Berikut:
https://kabcianjur.baznas.go.id/sedekah
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga keikhlasan hati kita dan menerima setiap amal kebaikan yang kita lakukan. Aamiin ya Rabbal Alamin.
10/12/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS TV
Kondisi Tanah Datar, Sumatera Barat Terkini | Menyampaikan Bantuan Masyarakat Cianjur
Penulis: HUMAS BAZNAS CIANJUR
HIKMAH BERZAKAT | Dr. (H.C) KH. Aden Ali Abdulloh, M.Pd.I | SISFOZIS | CIANJUR FM
Penulis: HUMAS BAZNAS CIANJUR





