WhatsApp Icon

Berita Terkini

BAZNAS Cianjur Matangkan Persiapan Ramadhan 1447 H, Kumpulkan Da’i dan Da’iyah UPZ se-Kabupaten
BAZNAS Cianjur Matangkan Persiapan Ramadhan 1447 H, Kumpulkan Da’i dan Da’iyah UPZ se-Kabupaten
Cianjur — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur terus mematangkan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan pengumpulan dan pembinaan da’i dan da’iyah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan se-Kabupaten Cianjur, pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi dan sosialisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Ramadhan, yang merupakan periode paling potensial dalam penghimpunan dana umat. Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan, sosialisasi dibagi ke dalam dua zona wilayah. Wilayah Utara dilaksanakan di Aula BAZNAS Kabupaten Cianjur, sementara Wilayah Selatan dipusatkan di Kantor UPZ Kecamatan Pagelaran. Pembagian zona ini bertujuan agar materi sosialisasi dapat tersampaikan secara optimal, merata, dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, A.Pi., MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengumpulan ZIS di bulan Ramadhan merupakan hajat besar masyarakat muslim Cianjur serta momentum penting untuk mengumpulkan kebaikan dan memperkuat solidaritas sosial umat. “Ramadhan adalah momentum terbesar bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban zakat sekaligus meningkatkan infak dan sedekah. Peran da’i dan da’iyah sangat strategis dalam mengedukasi dan mengajak masyarakat menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” ujar H. Tata. Ia berharap, melalui sinergi antara BAZNAS Kabupaten Cianjur, UPZ Kecamatan, serta para da’i dan da’iyah, potensi pengumpulan ZIS Ramadhan 1447 H dapat dimaksimalkan. Dengan optimalisasi tersebut, BAZNAS Cianjur menargetkan pencapaian minimal 50 persen dari target pengumpulan tahunan selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penyamaan persepsi dan penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan transparan, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mustahik di seluruh Kabupaten Cianjur.
23/01/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS CIANJUR Gelar Pelatihan Z-Auto: Bekali Mustahik dengan Manajemen dan Nilai Keislaman
BAZNAS CIANJUR Gelar Pelatihan Z-Auto: Bekali Mustahik dengan Manajemen dan Nilai Keislaman
BAZNAS Kabupaten Cianjur menggelar pelatihan bagi penerima manfaat program Z-Auto pada Rabu, 06 - 07 Januari 2026, dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS Kab. Cianjur, H. Tata, A.Pi., MM. Pelatihan ini membekali mustahik dengan materi manajemen keuangan, pengelolaan bengkel, strategi pemasaran, serta penguatan ruhiah agar usaha dijalankan secara profesional dan berlandaskan nilai keislaman. Peserta diajak memahami pentingnya pencatatan keuangan secara rapi guna mengetahui posisi modal, keuntungan, dan kerugian. Mustahik juga didorong untuk menjaga kebersihan diri, tempat usaha, dan kualitas pelayanan agar pelanggan merasa nyaman. Pelatihan turut memperkuat karakter spiritual peserta dengan ajakan menjaga salat dan etika kerja sebagai muslim yang bertanggung jawab. Menutup kegiatan, para peserta mengunjungi salah satu mustahik yang sedang sakit sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian. Langkah ini mencerminkan nilai kebersamaan yang terus dibangun dalam ekosistem pemberdayaan Z-Auto. Program Z-Auto merupakan salah satu inisiatif BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui sektor otomotif.
13/01/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Pelepasan Tim BAZNAS Tanggap Bencana dan MUI Kabupaten Cianjur ke Lokasi Terdampak Bencana di Sumatera
Pelepasan Tim BAZNAS Tanggap Bencana dan MUI Kabupaten Cianjur ke Lokasi Terdampak Bencana di Sumatera
BAZNAS Kabupaten Cianjur bersama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cianjur secara resmi melepas Tim BAZNAS Tanggap Bencana yang akan bertugas mendistribusikan bantuan ke lokasi terdampak bencana di wilayah Sumatera. Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, sebagai bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan lembaga dalam merespons musibah yang menimpa masyarakat di daerah terdampak. Pelepasan tim didampingi langsung oleh H Tata A.Pi, MM selaku Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, Drs. KH Abdul Rauf sebagai Ketua MUI Kabupaten Cianjur, serta KH Saeful Ulum selaku Sekretaris Umum MUI Kabupaten Cianjur. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi wujud dukungan moral dan doa agar seluruh rangkaian tugas kemanusiaan dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi para korban bencana. Tim yang diberangkatkan terdiri dari perwakilan BAZNAS Kabupaten Cianjur, yaitu Dr (HC) KH Aden Ali Abdulloh, M.Pd.I selaku Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan, H Muhamad Ichsan, SE sebagai Wakil Ketua III Bidang PKP dan Plt Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H Hilman Saukani, M.Pd.I selaku Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum, serta Alwan Pariadi Munthe, SHI selaku Kepala Bagian Bidang Pengumpulan UPZ dan Digital. Tim ini akan mengemban amanah untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara tepat dan bertanggung jawab. Selain itu, MUI Kabupaten Cianjur turut mengirimkan perwakilannya, yaitu H Bambang Zainal Arifien, S.Sy selaku Sekretaris Komisi Ukhuwwah Islamiyyah MUI Kabupaten Cianjur. Keterlibatan unsur MUI dalam tim ini diharapkan dapat memperkuat sinergi kelembagaan serta menumbuhkan semangat ukhuwah dan kepedulian sosial dalam menjalankan misi kemanusiaan. BAZNAS Kabupaten Cianjur mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama membantu saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera melalui partisipasi donasi. Dukungan dapat disalurkan melalui program Cianjur Peduli Sumatera pada tautan https://baznaskabcianjur.com/campaign/cianjurpedulisumatera sebagai wujud kepedulian dan solidaritas untuk meringankan beban para korban bencana.
03/01/2026 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Berita Pendistribusian

BAZNAS Cianjur Dukung Santripreneur Melalui Bantuan Mesin Jahit
BAZNAS Cianjur Dukung Santripreneur Melalui Bantuan Mesin Jahit
Cianjur, (12 November 2025). BAZNAS Kabupaten Cianjur terus berkomitmen dalam mendukung kemandirian ekonomi umat melalui program Santripreneur. Salah satu wujud nyata program tersebut diwujudkan dengan penyaluran dua unit mesin jahit kepada Pondok Pesantren Takhossus Al-Qur’an Al-Mahmudiyah Bani Suparman Assatinem, yang berlokasi di Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para santri agar memiliki bekal keahlian praktis di samping pembelajaran ilmu agama. Dengan demikian, para santri diharapkan dapat menjadi generasi Qurani yang mandiri, berdaya, dan siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Pimpinan Pondok Pesantren, KH. Zainal Mahmudin, SQ, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Cianjur. “Syukur alhamdulillah, atas bantuan dua unit mesin jahit dari BAZNAS Cianjur. Karena di Pondok kami, di samping pelajaran agama, para santri juga dibekali keterampilan-keterampilan, di antaranya keterampilan jahit-menjahit pakaian putra dan putri,” ujar KH. Zainal Mahmudin. Melalui program Santripreneur ini, BAZNAS Cianjur berharap dapat mendorong terciptanya santri-santri yang memiliki semangat wirausaha dan mampu mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan pesantren. “Bantuan ini merupakan bentuk dukungan BAZNAS terhadap pesantren yang tidak hanya mendidik para santri secara spiritual, tetapi juga melatih mereka menjadi insan produktif dan mandiri,” ujar perwakilan BAZNAS Kabupaten Cianjur dalam keterangannya. Dengan adanya kolaborasi antara lembaga keagamaan dan BAZNAS, diharapkan tumbuh lebih banyak pesantren yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Cianjur.
13/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
BAZNAS Cianjur Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Cibeber
BAZNAS Cianjur Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Cibeber
Cianjur - BAZNAS Kabupaten Cianjur menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak angin puting beliung di Desa Sukamaju (95 orang) dan Desa Cibaregbeg (128 orang), Kecamatan Cibeber, pada Kamis (6/11/2025). Penyaluran ini merupakan bagian dari program Cianjur Peduli, yang fokus pada respon cepat terhadap bencana dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Cibeber, perwakilan BAZNAS Cianjur, Kepala KUA Cibeber, Kepala Desa Sukamaju, Sekdes Cibaregbeg, serta Kasi Kesra dan Kasi Trantib Kecamatan Cibeber, bersama masyarakat setempat. Camat Cibeber, Ardian Athoillah, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian BAZNAS Cianjur. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Cianjur yang telah memberikan bantuan kepada korban yang terkena musibah bencana angin puting beliung di Desa Cibaregbeg dan Desa Sukamaju.” BAZNAS Cianjur berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak dan menjadi bentuk nyata kepedulian umat melalui zakat, infak, dan sedekah. Mari terus salurkan zakat terbaikmu untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui: kabcianjur.baznas.go.id
07/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
230 Penerima Manfaat di Kabupaten Cianjur Bahagia Terima Daging Dam Haji 2025
230 Penerima Manfaat di Kabupaten Cianjur Bahagia Terima Daging Dam Haji 2025
Cianjur (5/10/2025) – Sebanyak 230 penerima manfaat di Kabupaten Cianjur merasakan kebahagiaan setelah menerima daging Dam Haji hasil kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Distribusi daging yang berasal dari pelaksanaan ibadah dam jemaah haji Indonesia ini telah dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Cianjur pada 3–5 Oktober 2025, dan disambut dengan rasa syukur serta kebahagiaan oleh para mustahik di berbagai wilayah Cianjur. Bagi mereka, bantuan ini menjadi berkah yang sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan dalam penyaluran daging Dam Haji kepada masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah, program ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama agar keberkahan ibadah haji dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah,” ujarnya. Kerja sama antara Kemenag RI dan BAZNAS ini menunjukkan komitmen dalam pengelolaan dan penyaluran daging dam secara profesional, amanah, dan merata, sehingga manfaatnya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Cianjur terus berupaya menghadirkan zakat, infak, dan sedekah yang memberi dampak nyata, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
09/10/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

Artikel Terbaru

Cara Melatih Ikhlas dan Sabar Menurut Islam: 4 Amalan Harian
Cara Melatih Ikhlas dan Sabar Menurut Islam: 4 Amalan Harian
Cara melatih ikhlas dan sabar menurut Islam bukan sekadar teori, tapi butuh latihan kecil yang diulang setiap hari. Hidup selalu penuh ujian: kadang rezeki seret, pekerjaan menumpuk, atau hati tersinggung oleh sikap orang lain. Di sinilah ikhlas dan sabar menjadi “perisai” bagi hati. Allah sendiri menegaskan keutamaan sabar dalam Al-Qur’an: "Innallaha ma'ashobirin" (Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS al-Baqarah [2]: 153). Dengan menyadari janji ini, kita terdorong untuk menjadikan ikhlas dan sabar sebagai karakter, bukan hanya slogan. Amalan harian pertama untuk melatih ikhlas adalah memperbaiki niat di awal hari. Sebelum beraktivitas, luangkan satu-dua menit untuk berkata dalam hati: “Ya Allah, aku bekerja, belajar, dan beraktivitas hari ini karena-Mu.” Niat yang lurus membuat aktivitas biasa bernilai ibadah: mencari nafkah, mengurus keluarga, bahkan membersihkan rumah. Saat hasilnya tidak sesuai harapan gaji belum naik, usaha belum berkembang hati tetap tenang karena fokusnya bukan lagi pujian manusia, tapi ridha Allah. Mengulang-ulang niat ini setiap pagi akan melatih hati untuk tidak terlalu kecewa ketika kenyataan berbeda dari ekspektasi. Amalan kedua adalah membiasakan dzikir dan doa ketika hati mulai gelisah. Saat ada hal yang memancing emosi komentar pedas, rencana yang gagal, atau kabar buruk cobalah berhenti sejenak lalu baca “astaghfirullah”, “Hasbunallah wa ni‘mal wakil”, atau doa: “Ya Allah, lapangkanlah hatiku dan jauhkan aku dari marah yang tidak Engkau ridai.” Dzikir seperti ini bukan hanya ibadah lisan, tapi juga “rem” agar emosi tidak meledak. Semakin sering dilakukan, semakin cepat hati kembali tenang. Di sinilah sabar dan ikhlas tumbuh: dari kebiasaan kecil menahan diri, bukan dari teori panjang. Amalan harian ketiga adalah menjaga shalat tepat waktu dan menjadikannya momen curhat paling jujur kepada Allah. Di dalam sujud, sampaikan semua rasa lelah, kecewa, dan takut, lalu akhiri dengan kalimat ridha: “Aku serahkan hasilnya kepada-Mu.” Shalat yang dilakukan dengan kesadaran seperti ini akan melatih hati untuk menerima takdir dengan lebih lapang. Allah berfirman: “innama yuwaffash-shabiruna ajrahum bighairi hisab” (Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas) (QS az-Zumar [39]: 10). Mengingat ayat ini ketika sujud membuat kita rela menahan emosi dan memilih sabar, karena tahu ada pahala tanpa batas yang menanti. Amalan keempat adalah muhasabah sebelum tidur: menilai kembali hari yang sudah dilalui. Tanyakan pada diri sendiri, “Tadi aku sudah ikhlas atau masih ingin dipuji?” dan “Di momen mana aku gagal sabar?” Setelah itu, maafkan orang-orang yang menyakiti, lalu minta ampun kepada Allah atas reaksi yang berlebihan. Kebiasaan ini akan membuat hati lebih halus dan tidak menyimpan dendam. Besok pagi, kita bisa memulai lagi latihan ikhlas dan sabar dengan niat yang lebih kuat. Dari empat amalan sederhana ini meluruskan niat, berdzikir saat gelisah, menjaga shalat khusyuk, dan muhasabah sebelum tidur, pelan-pelan ikhlas dan sabar akan tumbuh menjadi karakter yang mengakar dalam diri. Sebagai pelengkap semua amalan di atas, jadikan sedekah harian sebagai latihan ikhlas yang nyata. Tidak harus besar; bisa dimulai dari seribu atau dua ribu rupiah per hari. Niatkan sedekah sebagai bentuk syukur dan sarana membersihkan hati dari cinta berlebihan pada harta. Bagi masyarakat Cianjur, sedekah dapat ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur secara online lewat laman resmi kabcianjur.baznas.go.id/sedekah. Ajak diri sendiri dan keluarga: “Hari ini kita sedekah apa dan untuk siapa?” Dengan begitu, ikhlas dan sabar bukan hanya terasa di dalam hati, tapi juga terwujud dalam tindakan nyata membantu sesama, sekaligus memperkuat program-program kebaikan di Kabupaten Cianjur.
25/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
TIGA CAHAYA BANGSA: RAHMAH EL YUNUSIYYAH, SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN, DAN GUS DUR DITETAPKAN SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL 2025
TIGA CAHAYA BANGSA: RAHMAH EL YUNUSIYYAH, SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN, DAN GUS DUR DITETAPKAN SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL 2025
Negara kembali menorehkan sejarah penting. Melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, tiga tokoh besar bangsa—Hj. Rahmah El Yunusiyyah, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Penyerahan gelar dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas jasa-jasa luar biasa ketiganya dalam memperjuangkan pendidikan, kemerdekaan berpikir, serta nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Hj. Rahmah El Yunusiyyah : Perintis Pendidikan Perempuan Indonesia Lahir di Padang Panjang pada 26 Oktober 1900, Hj. Rahmah El Yunusiyyah dikenal sebagai sosok pelopor pendidikan Islam untuk perempuan. Pada tahun 1923, ia mendirikan Diniyah Putri, sekolah Islam pertama bagi kaum perempuan di Indonesia—bahkan di Asia Tenggara. Di masa perjuangan, Rahmah turut mendirikan dapur umum bagi pejuang dan menggerakkan kaum perempuan untuk berperan dalam perjuangan kemerdekaan. Kini, lebih dari seabad kemudian, dedikasinya diakui negara. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional 2025, mewakili semangat pendidikan, kesetaraan, dan peran aktif perempuan dalam pembangunan bangsa. “Rahmah El Yunusiyyah bukan hanya pendidik, tapi pembebas pikiran perempuan Indonesia,” ujar salah satu tokoh pendidikan Sumatera Barat. Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan : Guru Para Ulama, Penanam Semangat Cinta Tanah Air Nama Syaikhona Muhammad Kholil sudah lama harum di dunia pesantren. Ulama karismatik asal Bangkalan, Madura, ini dikenal sebagai guru dari para kiai besar di Nusantara, termasuk KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Beliau menanamkan nilai penting yang terus dikenang hingga kini: “Hubbul Wathan Minal Iman” – Cinta Tanah Air adalah bagian dari Iman. Prinsip itulah yang menjembatani nilai agama dengan semangat kebangsaan. Melalui Keppres 116/TK/2025, Syaikhona Kholil diakui sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam pendidikan Islam dan pembentukan karakter kebangsaan santri Indonesia. Kini masyarakat Madura bangga, nama besar ulama mereka akhirnya tercatat dalam sejarah nasional. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) : Presiden Rakyat, Pahlawan Kemanusiaan Bagi banyak orang, Gus Dur bukan hanya seorang ulama dan presiden, ia adalah simbol kemanusiaan, toleransi, dan keberanian berpikir. Lahir di Jombang, 7 September 1940, Gus Dur tumbuh dalam tradisi pesantren namun berpikiran terbuka terhadap dunia modern. Sebagai Ketua Umum PBNU (1984–1999) dan Presiden ke-4 Republik Indonesia, ia memperjuangkan pluralisme, demokrasi, dan kesetaraan hak bagi semua warga negara. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional 2025 menjadi pengakuan atas perjuangannya menjaga Indonesia sebagai rumah bersama yang damai dan toleran. “Gus Dur mengajarkan bahwa agama harus menebar rahmat, bukan sekat,” ungkap Presiden Prabowo saat upacara penganugerahan. Tiga Jalan, Satu Tujuan: Membangun Indonesia dengan Ilmu, Iman, dan Kemanusiaan Ketiganya datang dari latar berbeda, Rahmah dari dunia pendidikan perempuan, Kholil dari pesantren klasik, dan Gus Dur dari ranah politik dan kemanusiaan, namun semuanya menyalakan api perjuangan yang sama: mencerdaskan bangsa, menegakkan nilai, dan menumbuhkan cinta tanah air. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025 menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu dalam medan perang, tetapi juga dalam pemikiran, pendidikan, dan keteladanan. Dari Padang Panjang ke Bangkalan hingga Jombang, cahaya perjuangan mereka kini berpadu menjadi “Tiga Cahaya Bangsa”, menerangi langkah Indonesia menuju masa depan yang berilmu, beriman, dan berkeadaban.
12/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR
Cara Fidyah Agar Ibadah Diterima : Panduan Praktis dan Do'a Menerima Fidyah
Cara Fidyah Agar Ibadah Diterima : Panduan Praktis dan Do'a Menerima Fidyah
Cara fidyah menjadi panduan penting bagi ibu hamil yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena alasan kesehatan, baik untuk dirinya maupun janin. Dalam Islam, Allah SWT memberikan keringanan bagi ibu hamil untuk membayar fidyah sebagai ganti puasa yang ditinggalkan, dengan memberi makan fakir miskin. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap cara fidyah yang sesuai syariat, termasuk tata cara praktis, doa yang dianjurkan, dalil, dan hikmahnya, agar ibu hamil dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan diterima oleh Allah SWT. Pengertian Fidyah dan Ketentuannya bagi Ibu Hamil Fidyah adalah kewajiban memberikan makanan pokok kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa Ramadan yang tidak dapat dilaksanakan karena uzur syar’i, seperti kehamilan. Cara fidyah penting untuk dipahami agar ibu hamil dapat memenuhi kewajiban ini dengan tepat. Berdasarkan Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 184, Allah SWT memberikan keringanan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa untuk membayar fidyah. Dalam konteks cara fidyah, ibu hamil boleh tidak berpuasa jika puasa berisiko bagi kesehatan dirinya atau janin, seperti menyebabkan kekurangan nutrisi atau ancaman keguguran. Menurut mazhab Syafi’i, yang banyak dianut di Indonesia, ibu hamil yang tidak berpuasa karena khawatir pada janin hanya wajib membayar fidyah tanpa qadha, dan cara fidyah harus dilakukan sesuai ketentuan syariat. Cara fidyah untuk ibu hamil bergantung pada jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Misalnya, jika seorang ibu hamil tidak berpuasa selama 15 hari, maka ia harus membayar fidyah untuk 15 porsi makanan pokok. Dengan memahami cara fidyah, ibu hamil dapat memastikan kewajiban ini dilaksanakan dengan benar dan sesuai jumlah yang ditetapkan. Niat yang ikhlas adalah inti dari cara fidyah. Fidyah bukan hanya kewajiban formal, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Oleh karena itu, cara fidyah harus dilakukan dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan niat semata-mata karena Allah SWT agar ibadah diterima. Sebelum melaksanakan cara fidyah, ibu hamil disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa tidak berpuasa adalah keputusan yang tepat. Berkonsultasi dengan ulama juga membantu memahami cara fidyah sesuai kondisi individu, sehingga ibu hamil dapat menjalankan kewajiban ini dengan tenang. Tata Cara Praktis Cara Fidyah Cara fidyah untuk ibu hamil cukup sederhana, tetapi harus mengikuti ketentuan syariat agar sah dan diterima sebagai ibadah. Fidyah diberikan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras, yang disalurkan kepada fakir miskin. Dalam cara fidyah, jumlah fidyah adalah satu mud (sekitar 0,6 kg beras) per hari puasa yang ditinggalkan, sesuai panduan mazhab Syafi’i. Sebagai contoh, jika seorang ibu hamil tidak berpuasa selama 10 hari karena uzur kesehatan, maka cara fidyah mengharuskan ia memberikan 10 mud beras (sekitar 6 kg) kepada fakir miskin. Fidyah dapat disalurkan langsung kepada penerima yang berhak atau melalui lembaga amil zakat terpercaya, dan cara fidyah harus memastikan distribusi yang tepat. Waktu pelaksanaan cara fidyah tidak terbatas pada bulan Ramadan. Fidyah dapat dibayarkan setelah Ramadan atau di luar bulan tersebut, selama niatnya jelas dan ikhlas. Meski demikian, cara fidyah sebaiknya dilakukan secepatnya setelah Ramadan agar kewajiban ini tidak tertunda terlalu lama. Dalam cara fidyah, makanan yang diberikan harus merupakan makanan pokok yang layak konsumsi, seperti beras atau gandum, sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Beberapa ulama memperbolehkan fidyah dalam bentuk uang dengan nilai setara makanan pokok, tetapi cara fidyah dengan makanan langsung lebih diutamakan karena sesuai dengan dalil. Niat yang tulus adalah syarat utama dalam cara fidyah. Sebelum menyerahkan fidyah, ibu hamil harus berniat melaksanakan kewajiban ini karena Allah SWT. Dengan memahami cara fidyah secara praktis, ibu hamil dapat melaksanakan ibadah ini dengan mudah, hati yang tenang, dan keyakinan bahwa ibadahnya diterima. Doa dan Niat dalam Cara Fidyah Niat yang ikhlas adalah elemen penting dalam cara fidyah agar ibadah diterima oleh Allah SWT. Meskipun tidak ada lafal niat khusus yang wajib diucapkan, ibu hamil dapat berniat dalam hati bahwa fidyah yang diberikan adalah untuk mengganti puasa yang ditinggalkan. Cara fidyah yang disertai niat tulus akan meningkatkan nilai spiritual ibadah ini. Selain niat, cara fidyah juga dapat disertai dengan doa agar fidyah diterima oleh Allah SWT. Salah satu doa yang dapat dibaca setelah menyerahkan fidyah adalah: “Allahumma taqabbal minni hadzihil fidyah, waj’alha sababan li maghfirati wa rahmatik” Artinya: Ya Allah, terimalah fidyah ini dariku, dan jadikanlah ia sebagai sebab ampunan dan rahmat-Mu. Doa ini memperkuat cara fidyah sebagai ibadah yang penuh keikhlasan. Dalam cara fidyah, doa juga dapat dipanjatkan untuk memohon kesehatan bagi ibu dan janin, serta kemudahan dalam menjalankan kewajiban agama. Misalnya, ibu hamil dapat berdoa: “Ya Allah, permudahlah kehamilanku dan terimalah fidyahku sebagai pengganti puasa”. Doa-doa ini menambah makna spiritual dalam cara fidyah. Cara fidyah yang disertai doa dan niat juga membantu ibu hamil merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Dengan memanjatkan doa, ibu hamil menunjukkan ketergantungan dan keimanan kepada Allah, sehingga cara fidyah menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual. Terakhir, cara fidyah harus dilakukan dengan hati yang bersih dan penuh syukur atas keringanan yang diberikan Allah SWT. Doa yang dipanjatkan setelah melaksanakan cara fidyah adalah wujud rasa syukur atas nikmat kehamilan dan kesempatan untuk tetap beribadah meski tidak dapat berpuasa. Hikmah Cara Fidyah bagi Ibu Hamil Cara fidyah memiliki banyak hikmah, baik dari segi spiritual, sosial, maupun kesehatan. Salah satu hikmah utama adalah kasih sayang Allah SWT yang memberikan keringanan bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan tanpa mengabaikan kewajiban agama. Dengan memahami cara fidyah, ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan hati yang tenang. Dari segi sosial, cara fidyah memungkinkan ibu hamil untuk berbagi rezeki dengan fakir miskin, sehingga memperkuat solidaritas umat. Dengan melaksanakan cara fidyah, ibu hamil turut membantu masyarakat yang membutuhkan, menciptakan keberkahan bagi dirinya dan orang lain. Secara spiritual, cara fidyah mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam beribadah. Meskipun tidak berpuasa, ibu hamil tetap dapat mendekatkan diri kepada Allah melalui cara fidyah, sehingga ibadahnya tetap bernilai di sisi Allah SWT. Keikhlasan ini adalah inti dari nilai ibadah fidyah. Cara fidyah juga membantu ibu hamil menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan kewajiban agama. Dengan memahami cara fidyah, ibu hamil dapat fokus pada kehamilan yang sehat sambil tetap memenuhi tanggung jawab syariat, sehingga kehamilannya menjadi lebih bermakna. Hikmah lain dari cara fidyah adalah sebagai pengingat untuk selalu bersyukur atas nikmat kehamilan dan kesehatan. Dengan melaksanakan cara fidyah, ibu hamil diajak untuk menghargai anugerah Allah dan berbagi kebaikan dengan sesama, sehingga keberkahan kehamilan semakin terasa. Cara fidyah adalah wujud rahmat Allah SWT bagi ibu hamil yang tidak dapat berpuasa. Dengan memahami tata cara praktis, doa, dan hikmahnya, ibu hamil dapat melaksanakan kewajiban ini dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa ibadahnya diterima. Mari jalankan cara fidyah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap fakir miskin, sambil menjaga kesehatan ibu dan janin. Bupati Cianjur telah menetapkan nilai fidyah sebesar Rp12.000 per jiwa per hari untuk tahun 2025. Anda bisa menyalurkan fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur, caranya cukup mudah dengan mengklik link berikut BAZNAS Kabupaten Cianjur lalu ikuti petunjuknya.
11/11/2025 | HUMAS BAZNAS CIANJUR

BAZNAS TV